
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Surti sudah terlelap diatas tempat tidur bima,selama ini surti tidur dikamar bima karena dia belum membereskan kamar sebelah bima. Dia tidka mungkin mengeluarkan atau menyusun barang-barang disana seorang diri,awalnya ingin meminta tolong raja atau pun pak duda tapi surti takut jika bima marah karena dia mengijinkan laki-laki lain untuk masuk kedalam unit miliknya.
kresak....kreessekk..
Surti mendengar sesuatu didalam kamarnya,tapi matanya sedikit sulit untuk dibuka karena siang tadi dia tidak tidur sama sekali dan membantu membuat kue bersama si kembar dan juga mbak ratih.
Kresak....kreessekk...
Suara itu terdengar kembali,mau tak mau surti bangkit dan berjalan dengan pelan turun dari tempat tidur. Dia melihat seorang pria berdiri didepan jendela kamarnya,surti mengambil kayu rotan yang biasa dibawa nya jika mau tidur.
__ADS_1
plaàaak....plaàaak....
Surti memukul punggung belakang pria itu,kemudian dia mundur dan ingin keluar dari kamar itu tapi pintu itu terkunci. Karena merasa gugup dan takut dia tidak bisa membuka pintu itu,hingga dia mendengar suara ringis kesakitan. Surti memilih menghidupkan lampu kamar,dia melihat seorang pria yang sudah duduk dilantai dengan darah dibaju nya
Surti tidak tau siapa itu,karena wajahnya tertunduk. Tapi dengan rasa penasaran yang tinggi,surti berjalan mengendap-endap mendekati pria itu hingga dia melihat wajah bima yang meringis kesakitan
"ssshh....sssttt...hhmm...." ringisan bima membuat surti sedih,surti membuang kayu rotan yang dari tadi dipegangnya. Dia memapah bima agar berdiri dan pindah ke sofa dikamar itu.
"ada apa dengan tuan bima?" batin surti terus bertanya,dia melihat bima sudah membuka matanya menatap surti
Surti mengernyitkan dahi nya,wajah bima baik-baik saja tapi mengapa banyak bercak darah diwajah nya. Hanya sudut bibirnya saja yang sedikit terluka seperti bekas pukulan,surti masih tak berani untuk bertanya karena itu urusan pribadi bima.
__ADS_1
Surti membuka jaket dan kaos bima perlahan-lahan, dia takut jika ada yang terluka maka akan menyentuh luka itu. Surti mulai mengelap leher juga dada bima yang banyak darah nya juga,tapi lehernya juga terlihat baik hanya bagian dada nya lah yang terlihat bekas sayatan benda tajam. Bisa itu pisau atau pun pedang,lukanya tidak terlalu besar jadi tidak mungkin akan banyak darah seperti itu.
Surti juga melihat bekas luka-luka lainnya yang sudah terlihat lama,banyak sekali bekas sayatan. Kemudian dia mengelap bagian perutnya bima,hingga tangan bima memegang tangan surti dan menahannya.
deg....
Tatapan mereka bertemu,hingga jantung surti seperti ingin keluar dari tempatnya. Bima melepaskan tangan surti kemudian dia bangkit dari sandaran sofa tapi masih dalam posisi duduk.
"aku akan mandi saja,karena masih banyak lagi yang harus dibersihkan...terima kasih " ucap bima yang ingin berdiri tapi surti langsung berdiri dan berjalan ke kamar mandi
"biar aku siapkan air hangat nya dulu,bila tuan mau...aku bisa memandikan tuan sekalian" ucap surti dan berlalu memasuki kamar mandi
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya.....makasih 😘😘😘😘😘😘