Cinta Sang Mafia

Cinta Sang Mafia
Ryan- dini


__ADS_3

☘☘☘☘☘☘☘☘


Ryan menatap tajam wajah dini yang terus menatap punggung pria itu,dia terlihat kesal melihat senyuman dini pada pria itu. Dini tidak menyadari tatapan tajam dari ryan,sehingga membuat ryan semakin kesal.


"eekkhm...." teriak ryan lagi dengan deheman nya


"kamu kenapa?apa tenggorokan mu sakit ?"tanya dini melihat wajah ryan yang merah dan tatapan tajam nya


"sudah pulang kan?ayo....ada yang perlu kita bicarakan" jawab ryan dengan ketus

__ADS_1


Ryan berjalan lebih dulu didepan dini menuju mobilnya,sedangkan dini yang memang tadi nya mau pulang akhirnya mengikuti ryan dari belakang. Dini langsung masuk kedalam mobil ryan,dia memang ingin menyelesaikan semuanya dengan ryan secepatnya agar bisa bebas dari ryan.


Ryan menjalankan mobilnya menuju apartemen baru miliknya,dia baru mengisi semua perlengkapan apartemen nya dengan barang baru.


Dini memperhatikan gedung apartemen didepannya,dia menatap ke arah ryan dengan bingung karena tadi nya ryan mengirimkan pesan kalau mereka ingin membicarakan masalah perjanjian yang mereka buat satu tahun yang lalu. Apalagi dini belum melihat isi perjanjian itu,ryan mengatakan kalau dia sudah membuat isi nya. Jika dini setuju maka mereka akan menandatangani nya dan memiliki salinan satu-satu,jadi jika ada yang melanggar maka mereka bisa melaporkannya ke pihak berwajib


Ryan sudah keluar dari mobilnya lebih dulu,tanpa memperdulikan dini. Dia masih merasa kesal melihat dini yang tersenyum pada pria tadi,dini ikut keluar dan berdiri disamping ryan yang sedang menunggu nya.


"ini apartemen ku,kau temani aku lihat-lihat karena aku baru saja membeli nya" ucap ryan membuat dini terkejut

__ADS_1


"kau bilang ingin membicarakan masalah perjanjian, kenapa malah menyuruh ku menemani mu kesini?" ucap dini dengan nada kesal nya ,karena dia sudah lelah seharian bekerja dan tiba-tiba diajak bertemu seenak nya saja


Ryan tidak menjawab ucapan dini,dia berjalan masuk kedalam gedung itu. Dini dengan kesal juga mengikuti ryan dibelakang nya,dia tidak suka melihat sikap ryan yang seenak nya pada nya. Terakhir ketemu,ryan menyuruh nya datang ke hotel di saat dia masih bekerja membuat dirinya harus berbohong dengan pemilik toko untuk menemuinya


Saat itu ryan malah bilang ingin dipuaskan,dia menyuruh dini untuk melayani nya walaupun harus menggunakan mulut dan tangannya yang penting dini mengeluarkan hasrat nya yang terpendam. Lagi-lagi dini melakukannya,dia tidak bisa melihat ryan membuat kekacauan di toko roti tempat nya bekerja karena ryan mengancam akan melakukan itu jika dia tidak datang


Kali ini pasti nya ryan akan menginginkan dirinya untuk melayani nya lagi seperti kemarin,apalagi saat ini di apartemen nya. Dini mengikuti langkah ryan ,mereka berada didalam lift berdua tapi dini memilih untuk menjauh dari nya membuat ryan merasa kesal.


Tak lama mereka sampai didalam apartemen milik ryan,dini melihat sekeliling apartemen itu. Semua barang masih dilapisi plastik,memang barang baru semua nya. Dini duduk di sofa ruangan itu,ryan berjalan ke arah dapur dan mengambilkan minuman kaleng. Ryan memang sudah menyuruh asistennya untuk menyiapkan makanan ringan juga minuman kaleng didlaam lemari pendingin nya jadi jika sewaktu-waktu dia datang semua makanan dan minuman sudah tersedia

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2