
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Arman sudah melajukan mobilnya menuju kampung dimana rumah orang tua ratih berada,perjalanan memakan waktu tiga jam dari kota. Terlihat kedua putri arman tidur dengan pulas di bangku belakang,ratih melirik ke arah arman yang sedang mengemudikan mobilnya
"hhmm...tuan,apa anda serius ingin menikahi saya?"tanya ratih sedikit ragu
"kenapa?"tanya arman menatap wajah ratih yang seperti memikirkan sesuatu
"jika anda tidak serius sebaiknya hentikan sekarang,karena sudah ada yang melamar saya pada ibu. Saya hanya akan menerima nya saja,jadi saya tidak akan bekerja lagi dirumah anda" jelas ratih masih ragu untuk mengatakannya tapi jika memang arman tidak serius dengan nya maka lebih baik dia menerima pria yang melamarnya pada ibu nya dan dia bisa dikampung saja
"kau bicara apa?apa tadi kau menelpon ibu mu?"tanya arman yang kini merasa takut kehilangan ratih,ratih mengangguk.
"apa kau mengatakan kalau aku akan melamar mu?"tanya arman lagi,ratih menggelengkan kepalanya
"jadi kau bicara apa saja?" tanya arman kesal karena ratih tidak mengatakan maksud kedatangannya
__ADS_1
"aku hanya mengatakan kalau aku akan pulang ,aku juga ngak bilang kalau tuan dan si kembar ikut" jelas ratih
"oh ya ampun,harus nya kamu bilang. Tapi sudah lah,aku yang akan mengatakannya langsung nanti. Aku akan minta ijin pada ibu untuk menikahi mu " jelas arman
Arman mengenal baik ibu nya ratih,karena sebelum ratih bekerja pada nya. Ibu nya bekerja pada kedua orang tuan arman,setelah kedua orang tua arman meninggal. Ibu ratih pun pulang ke kampungnya,arman memanggil ibu ratih kembali untuk menjaga kedua putrinya bersama mama mertuanya tapi ibu ratih sudah sakit-sakitan jadi ratih lah yang menggantikannya hingga saat ini.
Tak lama mereka sampai didepan rumah ratih, kemana turun lebih dulu dari mobilnya. Dia ingin membuka pintu mobil ratih tapi ratih sudah keluar lebih dulu,ratih membangunkan si kembar yang tertidur Di bangku belakang. Tubuhnya sedikit bungkuk sehingga bo*kong nya terlihat padat membuat arman menempelkan batangan miliknya ke bo*kong ratih,ratih terkejut dan membelalakan matanya menatap ratih dibelakangnya.
"tuan...apa yang kau lakukan?"tanya ratih dengan suara pelan
"bo*kong mu ini menggoda ku sayang,aku jadi ingin cepat menikah" jawab arman tanpa malu
"ma....apa kita sudah sampai dirumah nenek?"tanya putri arman
"sudah....ayo turun" jawab ratih ,dia memundurkan bo*kong nya sehingga semakin menempel di batangan milik arman. Terasa sekali jika batangan arman sudah mengeras dengan sempurna
__ADS_1
"hah...." ratih menghela nafasnya dan menggandeng tangan si kembar, mereka berjalan masuk kedalam rumah ratih.
Saat sampai didalam,terlihat ibu nya ratih sedang duduk dan menyiapkan makan siang. Ruang tamu dan dapur memang sangat dekat hanya bersekat dengan kain gorden saja, hingga ibu ratih memilih merajangi bahan-bahan makanan di ruang tamu saja sambil menonton televisi.
"bu...." panggil ratih membuat ibu ratih melihat ke arah pintu
"kamu sudah sampai nak?"tanya ibu ratih yang langsung berdiri dan belum menyadari si kembar yang berada dibelakang nya
"iya bu....apa kabar ibu?"tanya ratih lembut,dia mendekati ibu nya dan memeluknya. Sudah sangat lama sekali dia tidak pulang, membuat nya sangat merindukan ibu nya juga adik nya
"dimana didi bu?"tanya ratih menatap sekelilingnya
"dia belum pulang sekolah,mungkin sebentar lagi "jawab ibu ratih
Ibu ratih membulatkan matanya,dia menatap arman dan kedua putrinya yang berdiri tak jauh di belakang ratih. Arman menampilkan senyum nya begitu juga dengan kedua anaknya
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih😘😘😘😘😘