
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Ratih terkejut karena arman memeluknya dari belakang bahkan menciumi leher jenjang nya,ratih memejamkan matanya. Tubuhnya bergetar,dia memang sangat menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh arman.
Kini tangan arman sudah berada diatas perut ratih,ratih merasa sedikit risih karena batangan milik arman sudah mulai mengeras menempel di bo*kong nya. Arman mencoba menahan agar tak menyentuh ratih,tapi batangan miliknya tak bisa dijinakkan lagi. Sudah sangat lama dia tidak bercinta ,tangan arman naik ke bukit kembar milik ratih. Walaupun masih di lapisi oleh pakaiannya tapi tetap saja membuatnya merasakan besar dan kenyal nya bukit kembar milik ratih
Ratih mencoba menarik tangan arman agar menjauh dari dada nya,tapi bukannya menarik tangan arman malah tangan ratih menekan kan tangan arman disana. Membuat arman tersenyum,dia mulai mengeratkan pelukannya
"ya ampun....kenapa tangan ku ini?kok salah menekan nya sih?" batin ratih kesal dengan tangannya sendiri
__ADS_1
"sayang....bolehkah?hanya ini saja,aku ngak akan mengambil kesucian mu sebelum menikah" bisik arman tepat dibelakang telinganya ,membuat ratih merasakan hembusan nafas arman dan suara seraknya yang tertahan
Ratih tidak menjawab dengan mulutnya,awalnya dia ingin menolaknya tapi kepalanya malah mengangguk membuat ratih merutuki dirinya sendiri. Arman melihat ratih mengangguk,dia langsung membalikan tubuh ratih menjadi terlentang.
Persis seperti seorang bayi yang kehausan,arman membuka kaos yang dipakai ratih dan membuangnya ke lantai. Terlihat kulit yang tidak begitu putih dihadapan nya,b*ra yang berwarna pink membuatnya semakin tertarik. Arman mengalungkan tangannya ke belakang punggung ratih,dia membuka pengait b*ra yang dipakai ratih. Bukit kembar yang menjulang dan masih terlihat kenyal terpampang dihadapannya,arman menatap wajah ratih yang memerah. Tangan ratih juga sudah menyilang di depan dada nya,ratih merasa malu tapi tangan arman sudah menggenggam tangan ratih kemudian bibirnya sudah menjelajahi pu*ting susu milik ratih membuat ratih mengeluarkan suara merdu nya.
"aku mencintaimu ratih...."bisik arman yang kini meremas kedua gundukan itu sambil me*lu*mat bibir ratih dengan lembut,ratih terus melenguh dan menikmati sentuhan yang diberikan arman
Arman kembali bermain dengan bukit kembar milik ratih,tangannya sesekali menggesekan underware milik ratih dengan jari nya membuat ratih men*de*sah. Arman bahkan menekan-nekan daerah sensitif ratih dengan lembut,lama kelamaan underware milik ratih sedikit basah.
__ADS_1
Arman bangkit duduk dan menatap wajah merah ratih yang masih memejamkan matanya,dia mendekati wajahnya didekati kedua kaki ratih dan melebarkan kedua kakinya dengan pelan. Melihat hal itu,ratih merapatkan kakinya dengan cepat. Arman tersenyum kemudian beralih ke atas tubuh ratih,dia mengecup seluruh wajah ratih sambil tangannya terus berselancar di daging kenyal kembar dan sebelah lagi di underware yang sudah basah milik ratih
"aku hanya bermain-main saja,tidak lebih....aku akan menjaga milikmu sampai kita menikah,percayalah pada ku...aku berjanji " bisik arman yang kini menatap mata ratih yang membulat sempurna merasakan jari arman mulai menyelusup dibalik underware nya.
"tolong ijin kan ya....pliiis" pinta arman dengan wajah sedihnya
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih ππππππ
__ADS_1