Cinta Sang Mafia

Cinta Sang Mafia
terkejut


__ADS_3

🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲


"kenapa kau menangis?"tanya markus yang masuk kedalam kamar dan melihat lusi menangis duduk dipinggiran tempat tidur nya


Lusi menggelengkan kepala nya sambil tersenyum,walaupun air mata masih mengalir dipipinya tapi dia merasa senang juga menikah dnegan markus. Markus berjalan mendekati lusi,dia duduk disebelah lusi dan memeluknya ,memberikan kecupan di kening lusi


"jangan menangis,ada aku disini....kita akan besarkan anak kita bersama-sama,memberikan yang terbaik untuk nya" ucap markus sambil berjongkok dibawah lusi dan mengecup perut lusi membuat tangan lusi terulur untuk mengelus rambut markus yang tebal


"sekali lagi terima kasih karena ada untuk ku....aku akan membuat mu bahagia,katakan pada ku jika kau sudah menemukan seseorang yang kau cintai....aku tidak ingin kami menjadi penghalang kebahagiaan mu" ucap lusi dengan lembut

__ADS_1


Lagi-lagi lusi mengatakan hal itu,membuat markus kesal. Dia berdiri dan mendorong tubuh lusi hingga lusi terjatuh diatas tempat tidur,dia membuka kemeja dan celana panjang yang dipakainya. Membuang asal pakaiannya ke lantai,kemudian dia mulai menindih tubuh lusi tapi masih dengan pelan karena dia tidak ingin menyakiti anak mereka.


Lusi terkejut melihat sikap markus,tapi dia menikmati sentuhan tangan dan bibir markus pada tubuhnya yang sudah polos karena markus langsung membuka seluruh pakaian yang dikenakannya . Lusi memejamkan matanya dan menjambak rambut markus dengan pelan,dia menikmati sentuhan lidah didaerah gundukan kenyal miliknya. Pu*ting susu miliknya yang sudah mengeras ,di **** dan di*ji*la*ti dengan lembut oleh markus dengan tangannya yang bermain di gundukan kenyal lainnya.


De*sa*han pun lolos begitu saja dari bibir lusi,permainan lidah dan tangan markus benar-benar membuat nya candu. Markus mengarahkan wajahnya ke daerah sensitif lusi,dengan lembut dan perlahan markus bermain disana hingga tanpa sabar dia langsung menancapkan batangan miliknya yang sudah tegak kedalam daerah sensitif milik lusi.


"aaakh...."lenguhan pun akhirnya lolos dari bibir kedua nya,mereka mencapai puncak bersama setelah markus memompa tubuh lusi dengan beberapa kali hentakan yang tidak terlalu keras


Setelah lelah bergelut diatas ranjang,lusi bangun lebih dulu dan keluar dari kamar nya. Waktu masih pukul dua dini hari tapi perutnya sudah terasa sangat lapar,dia berjalan ke arah dapur. Masih terlihat beberapa dekorasi pesta disana,tapi tidak ada seorang pun didalam rumah itu. Ya....pesta pernikahan markus dan lusi dilakukan dirumah markus karena permintaan lusi yang ingin pesta sederhana saja,karena hari semakin malam makanya lusi masuk kedalam kamar lebih dulu tanpa menunggu markus yang sedang berbicara serius dengan bima dan akmal

__ADS_1


Lusi ke dapur dan mencari makanan untuk perut nya yang sangat lapar,dia mencari-cari sesuatu didalam lemari pendingin dengan lampu yang temaram. Lampu yang hanya berasal dari teras saja,dia hanya menemukan buah-buahan saja didalam kulkas dan sebotol jus buah.


Lusi mengambil buah dan juga botol jus yang berukuran sedang itu,dia ingin memakannya segera tapi dia mendengar suara pintu yang seperti dibuka . Suara itu terdengar dari pintu depan,lusi menatap didalam temaram. Dia masih terdiam di posisi nya saat mendengar dua orang berbisik-bisik


"kau yakin ini rumah si markus itu?"suara pria terdengar dari balik pintu depan,lusi menundukan kepalanya sambil membuka tutup botol jus itu dan menenggaknya


"iya....kita harus menghabisi markus lebih dulu baru bima dan akmal seperti perintah bos,kita harus menghabisi orang kuat yang ada di geng mafia dion baru kita bergerak menghancurkan markas mereka" jelas pria yang lainnya.


Lusi terkejut mendengar pembicaraan kedua pria yang baru masuk,tak lama ada dua orang lagi mengikuti dibelakangnya. Lusi masih bersembunyi sambil memakan buah nya dengan diam-diam dibawah meja

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2