
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
kriiing....kriiing....
Setelah selesai makan,ponsel markus berbunyi. Terlihat nama akmal disana,membuat markus terkesiap. Dia mengangkat ponselnya agak sedikit menjauh,bima tau kalau itu dari akmal tapi dia diam saja.
Tak lama markus kembali ke meja,akmal menghubungi markus untuk membantunya mengurus markas mereka karena bima sedang ingin berbulan madu. Tadi malam ternyata bima menghubungi akmal,dia ingin bulan madu selama seminggu karena dia ingin membuat surti cepat hamil seperti keinginan mama nya.
Kriiing....kriiing....
__ADS_1
Ponsel lusi pun berdering,lusi mengangkatnya dan langsung pergi begitu saja meninggalkan apartemen bima karena saat ini papa nya sedang mendapatkan kecelakaan dan dia harus segera kerumah sakit tanpa memberitahukannya pada markus atau pun bima
"aku pergi ya....aku pulang,terima kasih untuk semuanya bima....dan hhmm....kau pria" teriak lusi yang langsung berlari keluar
Setelah kepergian lusi,markus merasa begitu sepi tapi mungkin hal ini memang akan terjadi. Markus sadar siapa dirinya,dia hanya anak jalanan yang diangkat oleh dion dan diberikan kepercayaan untuk mengurus markas bersama akmal dan bima. Saat ini dia hanya tinggal di markas itu,markus selalu berada di markas milik dion .
Memang semenjak diangkat dion dari jalanan dan bergabung dengan geng mafia dion,sedikit demi sedikit markus mengumpulkan uangnya untuk membeli tanah dan membangunnya. Walau tak begitu besar tapi dia membangunnya dengan hasil uang nya sendiri,saat ini rumah itu di kontrakan pada orang lain. Uangnya dia tabung untuk masa tuanya,dia tidak pernah berpikir untuk menikah karena menurutnya ngak akan ada wanita yang mau dengannya.
"hah....bisakah kita berjalan-jalan disekitar taman kompleks ini saja sayang?aku merasa sangat bosan sekali,biasanya ibu yang nemani aku berjalan-jalan" keluh kirana saat dion yang memilih untuk bekerja dirumah karena dari tadi malam kirana selalu mengeluh bosan berada dirumah,apalagi selama seminggu ini ibu nya sedang perlu keluar kota ke tempat sahabat ibu nya.
__ADS_1
"baiklah sayang....kita akan ke taman disini saja dan kau tidak boleh berjauhan dari ku,ingat itu...." jawab dion yang akhirnya memilih untuk mengalah dan menuruti keinginan istri nya
Dengan wajah berbinar-binar,kirana segera berdiri dari duduknya. Dia menarik tangan dion dengan segera,dia tau kalau ini kesempatan yang sangat langka untuk suami nya itu. Sebelum dion berubah pikiran dia terus menarik tangan dion hingga mereka berada didepan pintu rumahnya dimana ada dua pengawal dengan tubuh tinggi dan kekar berjaga disana.
Walaupun kondisi perut kirana sudah membesar tapi kirana masih tetap lincah,dia tidak pernah merasa terhalang bergerak. Kedua pengawal yang berada didepan pintu pun akhirnya mengikuti langkah dion dan kirana keluar dari pagar rumah mereka,dengan tatapan dion...mereka tau kalau dion meminta mereka untuk mengikuti dan menjaga mereka selama diluar.
Kirana menghirup udara segar disekitar taman,wajahnya menjadi berseri-seri dan hatinya juga sangat senang. Berkali-kali kirana berjalan di sekelilingnya dengan diawasi oleh kedua pengawal yang berjaga,sedangkan dion memilih untuk bermain dengan ponselnya. Lebih tepatnya memeriksa kerjaan dikantor dengan ponselnya.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasihππππππ