
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Setelah berbelanja keperluan perlengkapan sekolah nadia juga membeli pakaian dan mainan buat nadia,nadia juga bermain dengan papa Rara. Papa Rara mengajak nadia juga bu raya makan bersama disalah satu restauran di mall itu,papa Rara memesan semua yang diminta oleh nadia.
"makasih opa....makanan nya enak" ucap nadia sambil tersenyum senang,dia sangat senang sekali hari ini bisa main dan membeli pakaian baru karena sudah lama juga dia tidak membeli pakaian. Dia takut bila merepotkan oma nya karena dia sering melihat oma nya kelelahan saat pulang bekerja ,papa Rara hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum
"terima kasih pak,anda sudah banyak sekali membelikan mainan dan pakaian buat nadia juga buat saya....maaf karena merepotkan anda" ucap bu raya
"tidak apa-apa,saya suka melihat nadia senang...." jawab papa Rara sambil mengelus kepala nadia dengan sayang
"kalau begitu kami permisi dulu" ucap bi raya saat sudah sampai di parkiran mall
__ADS_1
"biar saya antarkan pulang saja,sekalian jalan kan" jawab papa Rara yang masih menggandeng tangan nadia dan membawa nya masuk kedalam mobil
Kali ini nadia meminta untuk duduk didepan dengan alasan agar dia bisa melihat jalanan dari dalam mobil,sedangkan papa Rara dan bu raya duduk dibelakang berdua. Mereka duduk berdekatan,sesekali tangan mereka saling bersentuhan membuat jiwa lelaki pak hartono mulai bangkit. Entah mengapa saat tangannya bersentuhan dengan bu raya,dia bisa kembali bernaf*su,padahal sudah sepuluh tahun lebih dia tidak menyalurkan hasratnya pada wanita hanya menggunakan jari-jari nya saja.
Begitu juga yang dirasakan oleh bu raya,dia merasakan tubuhnya seperti tersengat listrik. Dia juga sering bersalaman dengan relasi bisnis dion jika dia diperlukan untuk ikut dalam rapat penting,tapi saat ini sentuhan tangan papa Rara sangat berbeda.
"eekkhm....di depan ada gang tuan,anda bisa menurunkan kami disana" ucap bu raya yang sudah mulai terasa panas.
Pak hartono menyuruh supir nya untuk berhenti didepan gang yang ditunjuk oleh bu raya,bu raya dan nadia pun turun sambil membawa beberapa paper bag ditangannya.
"makasih pak...."ucap bu raya sambil berjalan menjauh dari mobil papa Rara,papa Rara hanya mengangguk dan tersenyum
__ADS_1
Bu raya menggandeng tangan nadia dan berjalan masuk kedalam gang nya,sedangkan papa Rara menyuruh supirnya untuk menjalan kan mobilnya menuju rumahnya . Dia akan membereskan semua pakaiannya dan akan pindah ke kota kecil dimana makam istri nya berada,dia jadi mengingat saat bercinta dengan istrinya dulu. Dia memejamkan matanya,membayangkan saat bercinta dulu hingga suara supirnya membuat nya tersadar saat dia sudah mulai bernaf*su
"tuan....ini ponsel nona nadia tertinggal" ucap supir
"hah....ayo kembali" jawab pak hartono dengan wajah senang nya,supir pun memutarkan mobil kembali ke depan gang dimana menurunkan bu raya tadi
Bu raya yang jalan bergandengan dengan nadia,saat berada di pertengahan gang bu raya di hadang oleh para anak muda yang berada disana. Nadia mengeratkan tangannya pada bu raya,dia bersembunyi dibalik tubuh bu raya
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasihππππππ
__ADS_1