
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Andre memilih untuk pulang,dia sudah mundur dari cinta nya. Saat ratih mengatakan sudah memiliki kekasih dan mereka akan segera menikah,sedangkan arman merasa senang dengan keputusan ratih
"hhmm....bu,bisakah kami menikah besok?"tanya arman tiba-tiba saat andre sudah pulang
"hah....apa tidak terlalu cepat tuan?"tanya ibu ratih
"bagi ku,lebih cepat lebih baik. Aku ingin terus bersama ratih,aku tidak bisa menahan hasrat ku lama-lama lagi bu. Aku takut khilaf jika terus berduaan dengan ratih " jelas arman membuat wajah ratih memerah,sedang kan ibu ratih hanya bisa menggelengkan kepalanya karena perkataan jujur dari arman
"semua terserah ratih,jika memang ratih setuju maka besok kita akan mengurus akad nya dulu setelah itu baru pesta nya. Ibu ingin semua orang tau kalau ratih sudah menikah,jadi ibu ingin pesta pernikahan kalian diadakan di kampung ini...apa tuan arman bersedia ?" jelas ibu ratih menunggu jawaban arman
Arman mengangguk sambil tersenyum,dia senang jika ibu ratih menerima permintaannya untuk menikahi ratih besok. Saat ini mata arman menatap ke arah ratih,dia menunggu jawaban dari ratih.
"iya....aku bersedia saja jika itu yang terbaik buat semuanya" jawab ratih sambil menundukan kepalanya,ibu ratih tersenyum. Dia tau kalau ratih juga menyukai arman.
__ADS_1
"baiklah....setelah makan siang nanti, ibu akan kerumah kepala desa dan mengatakan semuanya." ucap ibu ratih.
"sekarang kalian istirahat saja dulu,pasti kalian lelah karena perjalanannya kan cukup jauh dari kota kesini" ucap ibu ratih
"ratih....bawa si kembar ke kamar ibu saja,kamu dan calon suami mu bisa tidur didalam kamar mu. " ucap ibu ratih
"hhmm...maaf tuan arman,rumah kami kecil jadi kamar kami juga agak kecil . Semoga anda bisa nyaman disini" ucap ibu ratih lagi merasa tidak enak pada majikannya itu
"biasa saja bu,lagi pula kan jika bersama ratih maka saya selalu merasa nyaman kok " jawab arman menatap ratih yang kini semakin menundukan kepalanya
"ayo tuan,saya antar ke kamar saya agar anda bisa istirahat lebih dulu" ucap ratih yang sudah berdiri dan berjalan lebih dulu,arman pun mengikutinya dari belakang.
Ceklek
Ratih membuka pintu kamarnya dan masuk lebih dulu,arman masih mengikutinya di belakang. Ratih membuka jendela kamar nya yang masih tertutup,walaupun setiap hari dibersihkan oleh ibu nya tapi jendela nya tidak pernah dibuka oleh ibu nya karena takut nantinya ibu lupa menutup nya
__ADS_1
Arman duduk dipinggiran tempat tidur yang tidak terlalu besar,dia duduk sambil memandangi ratih membuka jendela kamar nya. Dia berdiri dan memeluk tubuh ratih dari belakang dan mengecup leher belakang ratih dengan lembut
cup....
"terima kasih telah menerima ku sebagai calon suami mu,aku akan melindungi dan menjaga mu juga ibu....aku akan memberikan yang terbaik untuk kalian" bisik arman yang sudah melingkarkan tangannya diperut ratih yang ramping
"kenapa kau diam saja?apa kau benar-benar menerima ku sebagai suami mu ?"tanya arman yang tidak mendengar jawaban ratih
Ratih bingung menjawab apa,makanya dia memilih diam saja. Arman semakin menelusupkan wajahnya dileher belakang ratih sambil terus mengecup nya berkali-kali.
"apa kau tidak mencintaiku? kau belum pernah mengatakannya pada ku" ucap arman dengan anda sedihnya,membuat ratih semakin bingung harus bagaimana
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih πππππ
__ADS_1