
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Ratih tanpa sadar terus memeluk tubuh arman,sedangkan arman menatap wajah ratih yang masih terlelap didalam pelukannya. Arman mengingat malam percintaan mereka yang begitu panas,dia tersenyum dan membelai lembut wajah ratih membuat ratih membuka kedua matanya
"pagi sayang.....kamu sudah bangun?"tanya arman menatap wajah ratih menggemaskan
Ratih merasa malu mengingat permainan panas mereka,dia menutupi wajahnya dengan selimut. Arman menyibakan selimut dan melihat tubuh polos ratih,terlihat juga bercak darah bukti keperawanan milik ratih. Arman tersenyum senang,sementara ratih merasa malu. Dia mencoba mengambil selimut nya tapi ditahan oleh arman
"kita harus mandi dan aku ingin kita memberitahukan kepindahan ibu dan didi sekarang..."ucap arman yang ingin semuanya berjalan dengan lancar.
Ratih pun bangkit dari tempat tidur dan mengambil pakaian untuk dia ganti,dia memakai pakaian tadi malam untuk keluar dan mandi diluar karena kamar mandi hanya ada satu dna itu berada Di dekat dapur.
__ADS_1
Arman juga begitu,dia keluar dengan memakai pakaian yang dipakainya semalam. Sambil menunggu ratih,dia ingin menyampaikan maksudnya untuk membuat ibu dan didi ikut pindah ke kota bersama mereka juga tinggal dirumah kedua orang tuanya yang sudah meninggal
"pagi bu....didi mana?"sapa arman,dia juga menanyakan keberadaan didi
"pagi....didi sudah berangkat sekolah,mungkin pulangnya agak siang " jawab ibu ratih
Ibu ratih masih membereskan sampai-sampai bekas akad nikah semalam,arman duduk disebelah ibu ratih sambil membantu ibu ratih membersihkan sampah yang berserakan disana.
Diluar juga masih banyak warga yang membantu ibu ratih membereskan sampah dan perlengkapan akad nikah tadi malam,mereka memang suka menolong orang yang lagi punya hajatan seperti ini. Pihak rumah bisa memberikan uang sebagai balasan mereka membantu,jika tidak ada mereka bisa juga memberikan beras atau apa pun yang lebih untuk mereka yang membantu
"tapi nak....ibu merasa tidak enak jika harus tinggal dirumah kedua orang tua mu,ibu takut merepotkan kalian" jelas ibu ratih merasa tidak enak dengan arman
__ADS_1
"harus nya saya yang takut nantinya ibu ngak betah,karena rumah itu terlalu besar....kami juga bisa menjenguk ibu kapan saja,lagi pula si kembar bisa bermain bersama neneknya kan" jelas arman membuat ibu ratihberpikir perkataan arman ada benarnya
"nanti ibu bicara pada didi dulu,jika dia bersedia maka ibu pun hanya ikut saja...hhmm...dimana ratih?" ucap ibu ratih
"urusan didi biar saya saja yang bicara bu" ucap arman
"ratih sedang mandi bu,hari ini aku ingin mengajak kalian jalan-jalan ke pantai yang ada Di dekat sini saja....setelah pesta pernikahan kami besok,kita akan langsung pulang ke kota ya buk karena masih banyak pasien yang harus dirawat bu" jelas arman mencari alasan yang pas,padahal dia segera ingin menerkam ratih lagi dan lagi. Batangan miliknya sudah sangat gatal sekali,dia ingin menghajar ratih berkali-kali lipat dan membuat ratih langsung hamil anaknya.
"iya....baiklah,ibu akan siapkan semuanya. Lagi pula ibu ngak punya banyak barang kok,jadi ngak repot-repot sekali" jawab ibu ratih,dia memang tidak mau kembali barang-barang yang tidak terlalu diperlukan. Baginya lebih baik menggunakan uangnya dengan baik,apalagi saat ini dia hanya menerima uang dari ratih saja karena kesehatan sangat menurun jika ikut bekerja juga
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih....😘😘😘😘