
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Surti masih memikirkan ucapan raja,tapi dia tidak ingin mengambil kesimpulan dengan gosip yang beredar di Apartemen itu. Dia malah kasihan pada bima,karena jika itu benar maka bima pasti merasa malu.
Setelah dia berhasil mengangkat semua bungkusan belanjaan ke dapur kemudian dia mulai menyusun nya di lemari dapur juga lemari pendingin,kemudian dia berjalan ke kamar bima. Dia membersihkan kamar bima dan seluruh apartemen bima,setelah itu dia beralih ke kamar sebelah bima yang terlihat banyak sekali barang-barang disana.
Surti menghela nafasnya,dia tidak bisa membersihkan kamar itu sendirian jadi dia memilih untuk meminta bantuan raja tapi surti harus minta ijin dulu pada bima sebelumnya.
"huuufff....lelahnya" gumam surti setelah membereskan apartemen bima,dia langsung mandi dan kini merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk milik bima. Tak lama matanya pun terpejam,dia tidur dengan sangat lelap hingga tak menyadari hari sudah semakin larut. Dia belum makan malam,pukul dua dini hari dia terbangun karena kelaparan.
__ADS_1
Surti berjalan ke dapur,dia membuat mie goreng kemudian memakannya dengan tenang sambil menatap seluruh apartemen milik bima. Sepi...setelah itu dia kembali tidur,dia merasa sedikit takut tinggal sendiri di apartemen besar itu tapi dia mencoba memejamkan matanya saja hingga pagi tiba
Paginya,setelah membuat sarapan dan menghabiskannya sendiri. Surti membereskan bekas makanannya,saat membersihkan balkon kamar bima. Surti melihat dari atas balkon bima,dibawah apartemen itu ada taman kecil jadi dia ingin berjalan-jalan ditaman apalagi dia merasa sangat bosan seharian berada didalam apartemen.
Surti keluar dan berjalan ke arah taman,surti berjalan mengikuti arah saat dia masuk bersama bima semalam. Terlihat sebuah taman didepan gedung apartemen itu,dia ingin segera kesana. Dia melihat banyak anak-anak yang didampingi orang tuanya disana,ada juga pasangan muda-mudi yang mungkin merupakan pemilik apartemen disana
"surti"teriak suara pria tak jauh dari nya,surti berbalik dan melihat raja yang berjalan tak jauh dari nya.
"tuan bima ngak pulang ya?" tanya raja menatap surti dari samping,raja memang sering mendengar kalau bima jarang pulang bahkan sudah hampir berapa tahun bima tidak pulang. Dia hanya mendengar kalau bima sedang mengurus perusahaan nya yang diluar negeri dari pelayan yang sering membersihkan apartemen bima
__ADS_1
"iya....tuan bima tidak pulang pak raja" jawab surti
"kamu belum menikah kan?"tanya raja,karna dia tidak melihat cincin ditangan surti. Semua pelayan di apartemen ini rata-rata sudah menikah,tapi mereka tidak tinggal disini melainkan hanya datang pagi dan langsung pulang setelah pekerjaannya selesai
"karena aku tidak melihat cincin di jari mu" ucap raja lagi
Surti menatap jarinya,dia memang melepaskan cincin pernikahan itu karena dia juga melihat bima yang tidak menggunakan cincin pernikahan mereka. Memang bima pernah mengatakan kalau dia tidak akan menganggap surti sebagai istri dan juga tidak akan ikut campur dalam urusan pribadi surti.
Surti tidak menjawab,dia hanya tersenyum saja. Raja terpesona melihat senyuman surti,dia menyukai surti saat pertama kali melihat surti. Raja masih menatap wajah surti dari samping,dia merasa tidak bosan menatap wajah surti.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih πππππ