Cinta Sang Mafia

Cinta Sang Mafia
kiss


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Bu raya melepaskan pelukannya,dia menatap wajah pak hartono yang sudah berdarah di sudut bibirnya. Dia menghapus darah di sudut bibir pak hartono dengan ibu jarinya,terlihat pak hartono menahan sakit di bibirnya


"terima kasih...." ucap bu raya masih menatap pak hartono,pak hartono tersenyum


"hhmm...ini ponsel nadia,tadi ketinggalan di mobil " ucap pak hartono memberi tau tujuan nya datang


Bu raya mengambil ponsel milik nadia dari tangan pak hartono, kemudian dia menarik tangan pak hartono dan membawanya ke rumah kontrakan nya. Pak hartono hanya mengikuti dari belakang saja,hingga akhirnya mereka sampai didepan pintu kontrakan.


tok....tok...tok


Bu raya mengetuk pintu rumahnya karena saat dia memegang handle pintu nya terkunci,mungkin nadia yang menutup nya dari dalam. Dari dalam nadia melihat dari jendela pintu yang berada disebelah pintu,nadia membuka pintunya saat dia melihat bu raya juga pak hartono


"opa...." teriak nadia sambil memeluk pinggang pak hartono

__ADS_1


"hei....kenapa sayang?"tanya pak hartono lembut sambil mengelus rambut nadia


"hiks....hiks.....nadia takut opa" jawab nadia sambil menangis


"sudah....sudah tidak apa-apa,hhmm....apa opa tidak boleh masuk?"tanya pak hartono karena nadia memeluk nya didepan pintu.


"eh....iya,ayo masuk opa" jawab nadia melepaskan pelukannya dan ikut masuk kedalam rumah nya


Nadia masuk lebih dulu dan menarik tangan pak hartono agar ikut masuk,sedangkan bu raya mengikuti mereka dari belakang. Bu raya langsung masuk kedalam untuk membuat minuman dan mengambil cemilan yang dibelinya tadi,sedangkan pak hartono dan nadia sudah duduk di sofa ruang tamu kecil.


"opa...nadia takut " ucap nadia yang sudah memeluk tubuh pak hartono dari samping


Bu raya meletakan nampan diatas meja,dia tidak menjawab ucapan pak hartono. Nadia melepaskan pelukannya dan menatap ke arah mata pak hartono,dia menggelengkan kepalanya


"biasanya om-om itu hanya meminta uang saja,kalau ngak ada mereka cuma meremas bokong oma saja...tidak seperti tadi yang menyuruh nadia pulang duluan dan mereka memeluk oma" jelas nadia,mata pak hartono menatap ke arah bu raya yang hanya diam menunduk

__ADS_1


"mereka sering meremas bokong oma?"tanya pak hartono masih menatap bu raya


"iya....kadang buah dada oma,karena kami jarang ngasih uang buat mereka..." jawab nadia dengan polosnya


"kenapa tidak pernah melaporkan hal ini pada pihak berwajib atau pada pemilik rumah ini?"tanya pak hartono menatap bu raya


"salah satu dari pria tadi adalah anak pemilik kontrakan,yang keduanya adalah anak pengusaha. Mungkin sebentar lagi kami akan diusir dari sini karena telah membuat anak mereka babak belur"jelas bu raya sambil berusaha tersenyum


"nadia....kamu masuk duluan dan istirahat dulu,nanti oma panggil saat makan malam " ucap bu raya


Bu raya mengantarkan nadia kedalam kamarnya,dia berjalan ke arah pak hartono sambil membawa kotak obat. Bu raya mulai mengobati luka diwajah pak hartono,bu raya mengoleskan obat di sudut bibirnya kemudian memberikan kecupan dibibir pak hartono tanpa sadar.


"eeh....maaf pak,sa...saya ngak sengaja" ucap bu raya sambil menjauhkan wajahnya yang tadi sudah sangat dekat dengan wajah pak hartono ,tapi dengan cepat tangan pak hartono menarik wajah bu raya dan memiringkan wajahnya. Pak hartono kembali menyesap bibir manis milik bu raya,bu raya membulatkan matanya terkejut tapi malah memejamkan matanya dan menikmati setiap lu*ma*tan yang dilakukan oleh pak hartono. Bahkan bu raya membalas ciuman itu,hingga akhirnya dia seperti kehabisan nafas.


Mata mereka bertemu dan saling menyatu,ibu jari pak hartono mengusap bibir bu raya yang masih basah akibat ciumannya. Bu raya merasa malu,di usianya yang cukup tua dia masih merasakan perasaan yang susah untuk dia jelaskan.

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih😘😘😘😘😘


__ADS_2