Cinta Sang Mafia

Cinta Sang Mafia
pernikahan akmal-rara


__ADS_3

🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


Seminggu berlalu,pernikahan pak hartono dan bu raya pun berjalan lancar. Rara tidak mengijinkan papa nya dan bu raya pindah dari utama,Rara juga menyuruh papa nya untuk mengurus semua urusan perusahaan seperti biasanya.


Setelah menikah,bu raya tidak bekerja lagi sehingga akmal harus mencari sekretaris yang baru lagi. Bu raya juga menemani Rara untuk berbelanja dan melihat gaun juga persiapan untuk pernikahan mereka yang akan dilaksanakan seminggu lagi,hanya berbeda seminggu saja dengan pernikahan papa nya karena Rara ingin cepat-cepat menjadi istri sah nya akmal.


Seminggu berlalu,pernikahan Rara dan akmal pun terlaksana. Mereka sudah menjadi sepasang suami istri, semua tamu undangan memberikan ucapan selamat begitu juga dengan dion dan kirana. Kirana datang dengan kehamilan yang cukup besar,silvi dan okta juga datang ke acara pernikahan akmal.


"selamat ya tuan akmal,kamu akhirnya menikah juga. Aku pikir tuan akmal ngak akan menikahi nona Rara,karena tuan akmal selalu menghindari nona Rara " ucap silvi yang tau betul dengan hubungan Rara dan akmal

__ADS_1


"semua itu sudah jodohnya,akhirnya aku bisa membuat pria dingin ini menyukai ku" jawab Rara bangga.


"iya...kau benar sayang"jawab akmal sambil tersenyum membuat semuanya terkejut,karena akmal tidak pernah tersenyum didepan orang lain.


"dan kalian kapan menikah?"tanya rara pada silvi juga okta


"kami sudah menikah tiga bulan yang lalu " jawab okta sambil meraih tangan silvi dan menciumnya


flashback on

__ADS_1


Acara lamaran sudah disetujui oleh kedua belah pihak,mama okta sudah memberikan uang lamaran pada ayahnya silvi. Silvi merasa malu kepada keluarga okta,silvi menatap tajam pada ayahnya yang selalu ingin uang lebih untuk berjudi dan bermain perempuan.


Seminggu setelah lamaran,ayah silvi mendatangi silvi dan meminta uang pada silvi bahkan ayah nya memukul silvi karena silvi tidak memberikan uang pada nya. Silvi hanya bisa menangis dan memegangi perutnya


"kau akan jadi nyonya keluarga kaya,kau bisa meminta uang pada calon suami mu itu. Pasti dia akan memberikannya,apalagi saat ini kau sedang hamil anaknya" teriak ayah silvi


"aku ngak mau yah,kau harusnya bekerja dan menghasilkan uang sendiri. Mulai saat ini aku ngak akan memberikan uang pada mu lagi,apalagi meminta uang pada okta" bentak silvi kesal masih menahan sakit ditubuh nya karena pukulan yang dilakukan oleh ayahnya


Ayah silvi merasa kesal,dia kembali memukul silvi secara membabi buta pada silvi. Kemudian ayah silvi menendang silvi yang sudah terkulai dilantai,dia melihat darah yang keluar dari paha silvi. Dengan ketakutan dia meninggalkan silvi di dalam apartemen milik silvi,karena dia takut jika dia membunuh silvi.

__ADS_1


Silvi mencoba untuk berdiri dan berjalan,dia merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya. Dia meminta tolong pada tetangga nya yang kebetulan melintas didepan pintu apartemennya


Tetangga nya itu membawa silvi ke rumah sakit terdekat,silvi diperiksa dan dinyatakan kehilangan bayinya yang masih berumur dua bulan. Dia harus melakukan pengorekan pada rahimnya untuk mengeluarkan bayi nya yang sudah tidak bernyawa,silvi terus menangis. Kemudian dia kembali teringat dengan okta dan mama nya yang selalu mengharap kehadiran anaknya ini,tangisnya kembali terdengar tapi dia berusaha untuk tenang


__ADS_2