
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Silvi baru dirawat dua hari ,okta kebingungan menghubungi silvi karena minggu depan mereka akan menikah dan silvi harus mencoba gaun pengantin mereka. Okta terus menghubungi nomor silvi tapi silvi tidak menjawab nya ,silvi tidak ingin menikah lagi dengan okta karena kesalahannya ini. Dia tidak bisa menjaga bayi nya dengan baik,dia ingin pergi jauh.
Apalagi mengingat ayah nya yang akan memanfaatkan nya lagi bila dia menikah denga okta,pastinya ayah nya akan datang meminta uang pada silvi lagi dan menyuruh silvi untuk meminta pada okta
Okta sudah berada di apartemen kecil milik silvi,dia melihat bercak darah disepanjang ruang tamu silvi yang sudah sedikit mengering. Dua hari ini okta hanya menghubungi silvi melalui telpon,karena dia sibuk mengurus perusahaan dion karena dia ingin mengundurkan diri dan akan mengurus perusahaannya setelah menikah.
Setelah dua hari ini,dia ingin menemui silvi karena dua hari ini dia menghubungi silvi tapi tidak pernah dijawab atau dibalas oleh silvi semua pesan-pesannya. Saat datang ke apartemennya malah dia melihat darah didepan pintu,dia menemui tetangga silvi dan menanyakan keadaan silvi.
__ADS_1
Akhirnya disini lah okta,didepan pintu ruangan rawat silvi. Silvi akan pulang esok hari ,pas hari ketiga karena memang dia harus bed rest. Okta sudah mengetahui semuanya,bahwa silvi harus kehilangan janinnya. Mama okta juga sudah mengetahuinya,mama okta merasa terpukul. Dia ingin membuat ayah silvi membayar semuanya,dia menyuruh orang untuk mencari ayah silvi dan memasukannya ke dalam penjara dalam waktu yang lama.
ceklek...
pintu ruangan terbuka,silvi melihat ke arah pintu. Silvi mengira kalau yang datang adalah perawat,tapi matanya melihat okta yang sudah berdiri didepan pintu dan menutup pintu dari dalam.
Silvi berusaha tenang,dia tidak ingin terlihat lemah didepan okta. Dia juga yakin kalau okta sudah mengetahui mengenai kondisi nya saat ini,dia mencoba untuk menarik nafasnya dengan tenang
"kenapa kau tidak mengangkat telpon ku?kenapa tidak membalas pesan ku?"tanya okta menatap silvi dengan lembut
__ADS_1
"aku tidak apa-apa,anak....ekkhm...kau tidak usah bertanggung jawab pada ku lagi,anak kota sudah tidak ada...jadi kau tidak perlu terpaksa menikah dengan ku" jelas silvi mencoba menahan air matanya yang sudah hampir turun
"kenapa kau bicara begitu?"tanya okta yang kini memegang tangan silvi dengan erat
"aku tau kau ingin menikahi ku karena anak ini,karena kita dijebak oleh mama yang ingin segera punya menantu. Aku rasa kau bisa menikahi wanita lain yang baik dengan keluarga yang baik pula,dia bisa memberikan mu anak yang baik" jelas silvi yang kini sudah menangis,dia sudah tidak sanggup menahan air matanya lagi
"aku sudah mulai menyukai mu,aku mencintai mu...aku akan tetap menikahi mu,kita bisa membuat anak lagi....Mulai sekarang aku akan menjaga dan melindungi mu dari siapa pun,termasuk ayah mu" jawab okta yang kini sudah memeluk tubuh silvi ,kemeja yang dipakai okta penuh dengan air mata nya dan dia tidak memperdulikan hal itu
bersambung
__ADS_1
Jangan lupa vote like dan komentarnya....makasih πππππ