
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Lusi hanya diam saja saat markus membayar semua belanjaan nya. Kini dia menatap markus yang berjalan membawa beberapa bungkusan ditangan kirinya dan menggandeng lusi dengan tangan kanan nya.
Didalam mobil mereka diam seribu bahasa,lusi ingin sekali menanyakan mengenai markus. Dia ingin bertanya apalah markus juga seorang mafia?jika ya....maka dia akan berupaya untuk terus menjadi istri markus,apalagi ada buah hati mereka didalam perut lusi.
Lusi terus menatap wajah tampan markus hingga dia tak sadar kalau mereka sudah sampai dirumah kecil yang minimalis dengan taman bunga didepan rumah itu yang terlihat sangat indah,markus keluar begitu saja dengan membawa bungkusan di tangannya. Lusi masih diam didalam mobil,dia belum berniat untuk keluar hingga akhirnya seseorang mengetuk pintu jendela lusi
"aaakh...."teriak lusi terkejut,dia memegang dada nya
"nona....anda ditunggu tuan didalam" ucap seorang pria paruh baya yang selama ini menjaga rumah markus karena markus memang jarang pulang bahkan tidak pernah menginap dirumah itu
Lusi hanya mengangguk dan tersenyum,dia keluar dari mobilnya kemudian masuk kedalam rumah minimalis itu. Memang terlihat sedikit kecil tapi dia suka melihat tatanan dekorasi rumah itu
__ADS_1
Lusi berjalan masuk kedalam rumah markus yang sudah terbuka pintu depannya, dia menatap ruang tamu markus yang terlihat elegan dan sederhana. Apalagi markus sudah duduk dengan menatap ponselnya
Lusi duduk disamping markus,dia menatap kunci mobil miliknya yang diletakan di atas meja . Melihat markus yang sibuk dengan ponselnya,lusi meraih kunci mobil miliknya dan ingin segera berdiri lalu pergi dari sana tapi tangan markus dengan sigap menariknya hingga dia terduduk diatas pangkuan markus
"kau mau kemana hah?"tanya markus yang kini sudah memeluk tubuh lusi dari belakang dengan posisi lusi duduk dipangkuannya
"aku mau pulang,aku capek" jawab lusi yang ingin melepaskan tangan markus yang melingkar diperut nya
"tidur lah disini,ini rumah mu sekarang" ucap markus malah memperkuat pelukannya agar lusi tidak bisa melepaskannya, bahkan markus menyandarkan wajahnya dileher belakang milik lusi
Pria paruh baya itu meletakan minumannya diatas meja dengan cemilan yang tadi dibeli oleh markus,ada juga manisan dan asinan buah disana. Lusi merasa malu duduk diatas pangkuan markus didepan orang lain,dia menundukan kepalanya saat pria paruh baya itu menyusun makanan dan minuman disana.
"pak totok,ini lusi....dia adalah calon istri ku,besok kami akan menikah" ucap markus membuat lusi terkejut,pria paruh baya yang dipanggil pak totok itu hanya tersenyum dna menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"selamat datang nona....kami sudah menjaga rumah ini untuk anda ,semoga anda suka dengan dekorasi taman nya" sapa pak totok sopan
"ah ya....terima kasih pak totok,saya suka kok. Apa pak totok yang membuat taman didepan?"tanya lusi dengan sopan juga
"iya nona....maaf jika tidak sesuai dengan keinginan anda"jawab pak totok
"oh ya pak....dimana buk sari?"tanya markus yang menatap pak totok bingung,karena biasanya yang menyiapkan makanan dan minuman untuknya saat datang kesini adalah istri pak totok
"istri saya lagi sakit tuan....sudah dua hari ini sakit "jelas pak totok
"sakit ?apa sudah dibawa kedokter?"tanya markus dengan wajah sedikit khawatir
"sudah tuan....tapi sepertinya kondisinya masih sama" jelas pak totok lagi
"biar saya periksa"ucap lusi yang ingin berdiri tapi masih ditahan oleh tangan markus
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih😘😘😘😘