CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 11


__ADS_3

Sama seperti Jiu Wang, Yang Yan juga berkata kalau dia ada di sana waktu itu karena ada urusan bisnis. Tapi Peng Peng sama sekali tak mempercayainya, dia malah meminta Yang Yan untuk mengajaknya ikut serta kalau lain kali mereka ke sana lagi.


Yang Yan ngotot kalau Peng Peng sudah salah paham. Dia terus nyerocos panjang lebar tentang pertemuan mereka waktu itu dan memuji-muji tentang betapa cantiknya Peng Peng.


Kesal karena terus menerus dipandang sebagai wanita, Peng Peng sontak berteriak menyuruh Lu Li untuk membawakan kue osmanthus.


Begitu Lu Li datang membawakan kuenya, Peng Peng langsung menjejalkan kue-kue itu ke mulut Yang Yan sampai dia hampir tersedak dan tak bisa bernafas.


Ketakutan, Yang Yan langsung memohon maaf lalu buru-buru pamit. Dia berbalik pergi... dan DUK! kejedot palang pintu.


Dia kembali menemui Jiu Wang dengan kepala benjol dan cegukan sambil nyerocos kalau dia tidak mau makan kue osmanthus lagi.

__ADS_1


Dia melapor kalau dia tidak mendapat informasi apapun tentang hubungan Peng Peng dengan Qi Sheng, dia malah hampir mati tadi.


"Kalau begitu, aku tidak akan menyuruhmu untuk mengunjunginya lagi."


"Tidak! Tidak! Kakak Ke-9, aku cuma bercanda. Aku suka dengan kepribadian Puteri Mahkota. Dia penuh semangat. Aku merasa dia seperti kembali muda lagi. Sama sekali tidak seperti yang orang-orang bilang tentangnya, istri yang tidak disayang dan getir."


"Itu artinya, Puteri Mahkota sudah menemukan bayangan masa kecilnya."


Perutnya Yang Yan mendadak sakit gara-gara kebanyakan makan dan langsung buru-buru keluar ke toilet.


Tiba-tiba Peng Peng jelalatan menatap tubuh Lu Li lalu menyuruh Lu Li untuk memberikan tangannya.

__ADS_1


Qi Sheng diberitahu bahwa ramai orang berkumpul di kediamannya Puteri Mahkota dan menyarankan Qi Sheng untuk datang dan melihat apa yang dilakukan Peng Peng.


Qi Sheng pun pergi... dan mendapati Peng Peng lagi dansa tango dengan Lu Li dan mereka benar-benar tampak mesra. Apalagi Peng Peng memanfaatkan kesempatan itu untuk meraba tuhuh Lu Li.


Setelah mereka selesai, Qing Shen dan Peng Peng duduk berhadapan dimana Qi Sheng memberitahu bahwa dia akan pergi menemani Peng Peng pulang pada Hari Anak Perempuan.


Peng Peng menolak pergi dengan alasan kalau dia sudah menjadi bagian dari keluarganya Qi Sheng, jadi sekarang dia tidak mau dan tidak perlu pulang.


"Kau terus menerus menolak pulang, apa karena kau menghindari sesuatu?" Tanya Qi Sheng curiga.


Peng Peng menyangkal tapi juga tidak bisa memberikan alasan lain. Qi Sheng melemparkan buku Silsilah Keluarga Zhang dan tanya salah satu wanita yang tergambar dalam buku itu. Peng Peng jelas tak tahu dan cuma bisa menjawab dengan kedip-kedip mata.

__ADS_1


"Itu ibumu, Fan Shi."


Tak ingin membahas masalah ini lebih jauh, Peng Peng berusaha menghindar dengan alasan sakit kepala. Tapi Qi Sheng tahu betul kalau dia cuma akting dan berkata kalau dia hanya akan memberi waktu 3 hari. Pada saat itu, Peng Peng harus bisa memberikan alasan yang bisa dia terima.


__ADS_2