CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 29


__ADS_3

Para pemijat itu mengerti kodenya dan mereka pun pergi dengan saling menuntun. Ternyata mereka tuna netra. Qi Sheng menjelaskan bahwa kedua pemijat itu adalah ahli pijat, tapi mereka tidak bisa melihat, mendengar, ataupun bicara.


Saat Peng Peng keluar, dia melihat Zhao sedang mabuk dan mencari-cari Ying Yue. Peng Peng memberitahu Lu Li bahwa penderitaannya selama dia berada di Jiang Utara itu gara-gara Zhao dan menyuruh Lu Li untuk menghajarnya.


Lu Li lamgsung menghajarnya dengan ganas dan baru berhenti saat Peng Peng menghentikannya.


Zhao tak mengerti kenapa dia dihajar seperti ini. Tidak kenapa-kenapa, Peng Peng cuma sedang melampiaskan amarah dan kebetulan dia tidak menyukai Zhao.


"Kudengar kau mencari istrimu. Memangnya apa yang terjadi?"


"Sejak kembali dari Jiang Utara, aku mabuk-mabukan setiap hari. Saat aku bangun, tiba-tiba istriku menghilang. Mereka bilang kalau Ying Yue sudah mati. Itu tidak masuk akal. Dia pasti pergi ke Adik Ke-3."


Zhao tak mengerti, apa yang membuatnya lebih rendah dari Qi Sheng. Jika dia dan Qi Sheng bertukar peran, dia bertanya-tanya apakah Ying Yue akan tetap seperti itu.

__ADS_1


Karena itulah dia merencanakan penyerangan di Jiang Utara untuk menyingkirkan semua saingannya, sekaligus balas dendam karena dia diremehkan selama bertahun-tahun ini.


Peng Peng mengerti. Zhao ternyata bukan pengecut, dia hanya menahan semua penderitaannya. Zhao sungguh tak mengerti kenapa bisa ada orang seperti itu, apa sebenarnya yang dipikirkan wanita itu?


Peng Peng tak tahu apa Ying Yue pikirkan. Tapi dia mengerti perasaan Zhao. Hampir semua pria yang mengalami situasi seperti Zhao, pasti akan berpikir untuk membunuh orang.


Peng Peng hendak mengatakan sesuatu lagi, tapi Lu Li memanggilnya untuk tanya apakah dia harus lanjut memukuli Zhao.


Tapi walaupun puas memukuli Zhao, Peng Peng tetap saja tak bisa tenang memikirkan Qi Sheng naik tahta tanpa bantuan klan Zhang. Kalau begitu, sekarang tak ada lagi yang perlu dia takuti. Dia bisa jadi permaisuri atau tidak, juga belum pasti.


Lu Li santai. Menurutnya, Qi Sheng kan baru naik tahta dan masih membutuhkan bantuan klan Zhang untuk mengurus banyak hal lainnya. Jadi Peng Peng sabar saja menunggu dinobatkan sebagai permaisuri.


Peng Peng tetap tak yakin, apalagi hubungannya dengan Qi Sheng tidak terlalu baik. Dipikir-pikir lagi, Lu Li jadi merasa aneh juga. Apalagi sudah beberapa hari ini mereka belum bertemu Qi Sheng.

__ADS_1


Baru diomongin, Qi Sheng mendadak muncul di hadapan mereka dan langsung menyeret Peng Peng keluar tanpa mengucap sepatah kata.


Di luar, mereka berpapasan dengan seorang pelayan yang menyapa Peng Peng sebagaiĀ 'Puteri Mahkota'.


Qi Sheng langsung marah mendengarnya. "Apa kau tidak punya otak? Dia Permaisuri!"


Peng Peng jelas terkejut mendengarnya. Si pelayan ketakutan. Kasihan melihat si pelayan, Peng Peng meyakinkannya untuk tidak khawatir, lagipula dia belum dinobatkan secara resmi kok.


Dia hendak membantu si pelayan bangkit, tapi Qi Sheng langsung menyeretnya ke suatu tempat sambil berkomentar. "Kau tahu cara mengasihani orang ternyata."


"Ini namanya gentleman. Apa kau yakin mau menjadikanku permaisuri?"


"Ini namanya gentleman. Apa kau yakin mau menjadikanku permaisuri?"

__ADS_1


__ADS_2