
"Jangan khawatir, anda pasti akan melahirkan dengan selamat."
Tapi Peng Peng benar-benar ketakutan sekarang. Anak dalam kandungannya ini mungkin akan menjadi Kaisar nantinya, tapi Jiu Wang juga ingin menjadi Kaisar.
Selama ini dia tidak pernah memikirkan masalah ini karena dia selalu menghindari fakta kalau dia mengandung calon Kaisar.
"Anak ini adalah darah dan dagingku. Darah lebih kental daripada air. Apapun yang terjadi, aku harus melindungi anakku. Dalam beberapa hari nanti, aku akan mengambil resiko untuk memohon pada Jiu Wang."
Suatu malam, Peng Peng pergi ke rumah bordir untuk menemui para sekutunya yaitu Jiu Wang, Yang Yan dan Ayahnya Yang Yan. Mereka meyakinkan Peng Peng bahwa tempat ini adalah tempat yang paling aman dari pengawasan Qi Sheng.
Jenderal Yang berterima kasih pada Peng Peng karena sudah mau menerima putranya yang nakal ini untuk menjadi menantu keluarga Zhang.
Membahas topik utama mereka tentang perang di Awan Barat, Peng Peng menduga kalau Qi Sheng nantinya akan mengirim tentara keluarga Zhang ke sana. Karena cara itu bisa memperlemah kekuatan militer keluarga Zhang di ibukota.
Qi Sheng tahu betul hubungan baik antara Jiu Wang dengan klan Yang, jadi dia tidak mungkin mengirim pasukan klan Zhang demi mencegah Jiu Wang memanfaatkan perang di Awan Barat untuk melakukan pemberontakan.
__ADS_1
General Yang sampai kagum mendengar semua dugaan Peng Peng itu, dia sungguh berbakat, sangat berbeda dari kebanyakan wanita biasa.
Jiu Wang menyarankan agar mereka menunggu Qi Sheng beraksi dulu. Begitu dia mengetahui motifnya Qi Sheng, baru mereka bisa membuat perubahan dan bikin onar.
Saat Jiu Wang baru keluar dari toilet, Peng Peng mendadak muncul menghadangnya sambil pura-pura mengklaim kalau mereka kebetulan lagi bertemu di sini.
Dia langsung berlutut di hadapan Jiu Wang dan memohon padanya. Sebelumnya memang mereka setuju untuk bersekutu, tapi sekarang ada anak ini. Perasaannya pada anak ini semakin tumbuh seiring pertumbuhan anak ini. Karena itulah dia mencemaskan anak ini.
Menurut rencana awal, jika Qi Sheng mati maka Jiu Wang lah yang akan jadi kandidat untuk naik tahta. Tapi sekarang, keberadaan anak ini pastinya akan menjadi duri tajam bagi Jiu Wang.
"Bagaimana caranya untuk membuatmu merasa tenang?"
"Berhentilah memperebutkan posisi Kaisar."
Shock, Jiu Wang kontan terjatuh berlutut. Peng Peng menyadari permintaannya terlalu berlebihan. Tapi bagaimanapun, dia adalah ibu anak ini. Jika anak ini mati, maka dia tidak mau hidup lagi.
__ADS_1
Jiu Wang galau, tapi akhirnya dia mengalah. "Aku janji padamu. Aku berkorban hanya supaya kau setia kepadaku."
Peng Peng sedang tidur saat tiba-tiba dia terbangun karena merasakan kehadiran seseorang di tempat tidurnya lalu ada tangan yang merayap menyentuh perutnya. Siapa lagi yang berani tidur ke tempat tidurnya kalau bukan Qi Sheng.
"Paduka, kenapa kau kemari?"
"Kau akan segera melahirkan. Aku masih mencemaskanmu. Walaupun kau sudah memindahkan semua barangku, aku tetap bisa datang kapanpun aku mau."
"Paduka, apa kau sakit? Apa kau mau tabib istana memeriksamu?"
"Aku hanya ingin melihatmu."
"Jangan khawatir. Aku pasti akan melahirkan bayimu."
Mendengar itu, Qi Sheng semakin mempererat pelukannya. "Aku ingin ibu dan anak selamat."
__ADS_1
MAAF JIKA ADA KATA ATAU TULISAN YANG SALAH.