
"Hao'er adalah putraku dan calon kaisar yang akan kalian abdi. Lalu apa salahnya dia duduk di sini?"
Peng Peng terkejut mendengar Qi Sheng menjadikan Qi Hao sebagai Putera Mahkota.
Qi Sheng menegaskan bahwa serangan ke utara akan dilanjutkan sesuai rencana. Mereka harus merebut wilayah Gurun Utara dari musuh. Perang ini akan menentukan nasib kerajaan mereka. Jadi siapapun yang berujar buruk tentang serangan itu, maka dia akan dihukum berat.
Saat mereka berduaan, Peng Peng protes karena kepautusan Qi Sheng untuk menjadikan Qi Hao sebagai penerusnya itu terlalu mendadak. Qi Sheng menyangkal, dia sudah merencanakannya dari dulu.
Tetap saja Peng Peng merasa keputusannya itu terlalu cepat. Lagipula Peng Peng masih sangat muda. Dia masih akan punya lebih banyak putra-putra nantinya. Bagaimana kalau nantinya ada putra lain yang lebih dia sukai?
"Kau ini aneh sekali. Aku berencana menjadikan Hao'er sebagai penerusku, bukankah seharusnya kau bahagia? Kenapa kau malah berkata seperti itu?"
"Aku hanya memikirkan putraku. Dalam sejarah, ayah dan anak, kakak dan adik selalu saling berebut tahta. Aku tidak bisa membiarkan Hao'er mengalami semua itu di usianya yang masih sangat muda."
__ADS_1
Qi Sheng berkata kalau dia akan memikirkan masalah itu dan beralih topik ke pelajarannya lagi. Hari ini, dia akan mengajari Peng Peng membaca dan membuat keputusan terhadap dokumen resmi.
"Membuat keputusan terhadap dokumen resmi itu tidak menyenangkan. Kau sudah bekerja keras setengah hari ini, kau harus istirahat dan tidur."
Tapi Qi Sheng tegas mengomelinya, tidak boleh tidur di siang hari. Ada hal penting lain yang harus mereka lakukan. Dia lalu menyerahkan bukunya pada Peng Peng.
Tapi di dalamnya, Peng Peng menemukan banyak sekali tulisan X dan O. Peng Peng langsung kesenengan mengira itu petunjuk rahasia dari Qi Sheng.
Sayangnya, itu cuma khayalan liarnya Peng Peng yang kepedean nyodorin bibirnya. Qi Sheng sampai harus memukul dahinya untuk menyadarkannya.
Qi Sheng serius memberitahu makna sebenarnya dari O dan X adalah mana yang perlu dan tidak perlu didiskusikan, tapi pikiran Peng Peng terus saja memikirkan hal aneh-aneh dan menyalahkan Qi Sheng sebagai penyebabnya.
Kesal karena Peng Peng tidak serius, Qi Sheng memutuskan kalau dia harus lebih keras pada Peng Peng agar dia tidak bisa lagi berpikir kotor.
__ADS_1
Jadilah Peng Peng disuruh angkat beban pakai timba dan Qi Sheng sendiri olahraga di sebelahnya dalam keadaan setengah tel~~~~ng yang jelas saja malah membuat pikiran Peng Peng makin nggak karuan dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk meraba tuvuh Qi Sheng.
Berhari-hari Peng Peng terus giat belajar menulis, tapi tetap saja tak ada perkembangan sampai Qi Sheng benar-benar kesal dibuatnya. Apa Peng Peng tidak berpikir kalau mereka sudah semakin kehabisan waktu?
"Siapa bilang? Aku akan hidup sampai seratus tahun. Kita masih punya banyak waktu untuk saling mengenal"
"Zhang Peng Peng. Kalau kau terus begini, kau bisa menghancurkan negara ini?"
"Hah? Tidak mungkin sampai seserius itulah."
"Kau tidak bisa menulis, tidak bisa mengendarai kuda, tidak bisa olahraga. Lalu kau bisa apa?"
"Aku bisa banyak hal. Dan lagi, apapun yang bisa kulakukan, belum tentu kau bisa melakukannya."
__ADS_1