
"Karena sekarang dia ada di sini, di Gurun Utara."
"Dia di sini? Apa yang dia lakukan di sini? Apa Qi Sheng menyuruhnya datang kemari? Ayo selamatkan dia."
Tapi Yang Yan cepat-cepat mencegahnya dan memberitahu kalau Qi Sheng berbohong kalau dia diracuni untuk membuat Peng Peng datang kemari mengantarkan penawar racun. Peng Peng baik-baik saja di perkemahan.
"Apa maksudmu?"
"Dia... jatuh cinta pada Qi Sheng."
Tercengang, Jiu Wang menolak mempercayainya dan bersikeras mau bertemu Peng Peng. Tapi Yang Yan tegas mencegahnya dan mengingatkan kalau dia kembali, dia akan mati.
__ADS_1
Yang Yan menawarkan diri untuk pergi mengecek ada berita apa di Kota Ping Ning agar mereka bisa memutuskan langkah apa yang harus mereka ambil selanjutnya.
Jenderal Yang mengucap selamat atas keberhasilan Zhao menguasai benteng musuh. Qi Sheng pun memuji kehebatan strategi militernya. Dipuji setinggi langit, Zhao mendadak sombong membual tentang kehebatan dirinya.
Kalau begitu, Qi Sheng memutuskan untuk memberinya tugas besar lain. Rencana selanjutnya, Qi Sheng memerintahkan Jenderal Yang untuk memimpin pasukan menyerbu Gurun Utara dan mencapai ibukotanya.
Dan tugas Zhao adalah memimpin penyerangan untuk membantu Jenderal Yang menyingkirkan pasukan yang menghalangi jalan mereka. Jenderal Yang cemas dengan ide itu. Jika semua pasukan mereka dikerahkan, maka takkan ada yang menjaga Kota Ping Ning.
"Kita tidak tahu seberapa besar pasukan suku Tartar. Jadi kita tidak boleh sembrono menghadapi mereka. Aku ingin menang dengan menggunakan kecerdasan."
Setelah seharian pergi, Yang Yan kembali malam harinya dan memberitahu Jiu Wang bahwa Peng Peng memang ada di perkemahan dan tempat itu dijaga sangat ketat, dia tidak akan bisa menyelinap masuk ke sana.
__ADS_1
Jiu Wang benar-benar kecewa. Dia melakukan semua ini demi Peng Peng walaupun dia selalu merasa cemas kalau-kalau Peng Peng akan berubah hati. Sekarang hatinya benar-benar berubah.
Yang Yan mengalihkan pikirannya dengan melaporkan hal lain. Ayah dan kakaknya memimpin pasukan ke luar kota. Zhao dan pasukannya juga sedang bersiap-siap. Yang Yan tidak mengerti apa yang terjadi.
Jiu Wang langsung bisa menebak rencananya Qi Sheng, dia sedang membuat jebakan kota kosong. Kalau begitu, sekarang mereka harus melakukan sesuatu untuk membalik keadaan yang bisa menguntungkan bagi mereka sendiri. Mereka harus memanfaatkan musuhnya Qi Sheng, suku Tartar di Gurun Utara.
Di perkemahan kepala suku Tartar, seorang prajurit melapor bahwa mereka menangkap seorang wanita yang mengaku sebagai wanitanya Qi Sheng.
Wanita itu ternyata Ying Yue dan Kepala Suku beserta para pengawalnya langsung terpana oleh kecantikannya. Para pengawal bahkan sampai pingsan karena pesonanya.
Begitu sadar dari pesonanya Ying Yue, Kepala Suku tak percaya kalau dia wanitanya Kaisar. Kalau iya, kenapa juga dia datang kemari sendirian.
__ADS_1
Ying Yue ngotot kalau dia datang karena ingin bertemu Kaisar tapi malah tertangkap oleh mereka. Dia adalah orang yang sangat berharga bagi Kaisar, kalau mereka berani menyentuh sehelai rambutnya, Kaisar takkan pernah memaafkan mereka.
Mempercayai omongan Ying Yue, Kepala Suku memerintahkan pengawalnya untuk memasukkan Ying Yue ke penjara, mengira Ying Yue bisa dimanfaatkan untuk melawan Qi Sheng. Istrinya Kepala Suku nyinyir, Ying Yue itu pasti berbohong biar bisa nebeng ke mereka.