
Yang Yan berjingkat-jingkat mencari-cari lukisan itu hingga dia benar-benar menemukannya di dalam salah satu laci. Tiba-tiba Peng Peng bangkit.
Kaget, Yang Yan refleks berusaha menyembunyikan kepalanya di dalam laci. Tapi untunglah Peng Peng cuma mengigau dan tidur lagi. Yang Yan pun bisa keluar dengan tenang tanpa sekalipun menyadari kehadiran si penyusup lain itu.
Jiu Wang sudah gelisah menunggu saat Yang Yan tiba tak lama kemudian. Yang Yan mengkonfirmasi kalau lukisannya Ying Yue memang ada pada Peng Peng.
Tentu saja Jiu Wang tak percaya kalau Peng Peng pencurinya, Peng Peng bukan orang sepicik itu, dia tidak akan mencuri hanya karena cemburu. Biarpun ada bukti itu, Jiu Wang tetap menolak mempercayainya.
Yang Yan bertanya-tanya apakah mungkin Qi Sheng memerintahkan Jiu Wang untuk menginvestigasi hal ini untuk mengetesnya?
Kalau memang bukan Peng Peng pencurinya, lalu apa yang harus mereka lakukan? Jiu Wang memerintahkan Yang Yan untuk ikut bersamanya ke Istana Xin Sheng (kediamannya Peng Peng).
__ADS_1
Di Istana You Lan, Ying Yue bertemu si penyusup tadi. Ternyata dialah yang memasukkan lukisan itu ke dalam lacinya Peng Peng agar Yang Yan melihatnya.
Dia yakin orang tadi itu bukan orangnya Peng Peng karena setelah mengetahui keberadaan lukisan itu, orang itu langsung mengembalikannya ke tempat semula alih-alih menyingkirkannya.
Puas, Ying Yue memberikan sekotak emas sebagai imbalan untuk si penyusup dan menyuruhnya menghilang selamanya. Di tempat lain, Qi Sheng sendiri mendapat laporan rahasia dari pengawalnya.
Peng Peng dan Lu Li sedang main saat mereka melihat Jiu Wang dan Yang Yan datang bersama... sambil bergandengan jari kelingking. Pfft!
Yang Yan memberitahu kalau lukisannya Ying Yue ada di dalam laci obatnya. Peng Peng jelas tidak percaya dan langsung marah-marah, dia bukan orang yang akan melakukan hal serendah itu.
"Bagaimana kau akan mengatasi masalah ini, akan kuserahkan sepenuhnya padamu, Yang Mulia. Aku bisa pura-pura tak tahu menahu," ujar Jiu Wang.
Peng Peng menolak, dia sendiri yang akan menanggung masalah ini, Jiu Wang tidak perlu melindunginya. Lebih baik mereka menemui Qi Sheng sekarang untuk membicarakannya.
__ADS_1
Jiu Wang mengaku ke Qi Sheng bahwa lukisan ini memang benar ditemukan di kamarnya Peng Peng. Tapi Peng Peng menegaskan bahwa bukan dia pelakunya.
"Bukti apa yang kau miliki?" Tanya Qi Sheng.
"Tidak punya. Tapi aku punya satu nyawa, terserah kau saja."
Qi Sheng tiba-tiba menggebrak meja dan marah-marah pada Jiu Wang karena dia tidak becus menyelidiki kasus ini. Untung saja dia mengirim mata-mata.
Jika mata-matanya tidak melapor padanya tentang orang yang diam-diam menaruh lukisan itu di dalam kamarnya Peng Peng, maka sekarang dia pasti sudah menyalahkan dan menuduh Peng Peng.
Peng Peng langsung marah mendengar ada orang yang menjebaknya. Siapa orangnya? Akan dia hajar sampai babak belur tuh orang.
__ADS_1
"Nyonya Jiang," jawab Qi Sheng.
Mendengar itu, Peng Peng mendadak tidak marah lagi, malah meminta Qi Sheng untuk tidak marah pada Ying Yue. Lagipula masalah ini kan gara-gara lukisannya Qi Sheng yang dia tinggalkan di sembarang tempat.