CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 17


__ADS_3

Peng Peng kaget. "Ulangi lagi. Aku dan dia apa?"


"Kau in~~m dengannya."


Bukannya Lu Li yang bersamanya semalam? Memang, tapi hanya saat dia minum-minum. Tapi setelah dia mabuk, Peng Peng bikin keributan dan terus menerus bilang kalau dia mau tidur. Lalu Qi Sheng datang dan...


Saat itulah Peng Peng mulai ingat kalau semalam dia memang tidur bersama Qi Sheng. Shock, Peng Peng sontak jejeritan histeris.


"Oh, Tuhan! Biarkan petir menyambarku sampai mati! Aku tidur dengan Putera Mahkota!!!"


Suatu hari, Lu Li menunggui Peng Peng yang sakit dan muntah-muntah. Sudah dua hari lamanya Peng Peng seperti ini dan membuat Lu Li jadi cemas. Bagaimana kalau dia memanggil tabib istana saja?


Peng Peng menolak. Dia sakit gara-gara Qi Sheng telah menghancurkan seluruh tubuhnya malam itu. Ini benar-benar memalukan bagi Qi Sheng, racun yang mematikan.

__ADS_1


Mengira kalau Peng Peng cuma membicarakan tentang masalah Qi Sheng mengusirnya dari kereta, Lu Li tidak mengerti kenapa itu bisa jadi racun yang mematikan?


"Setiap kali memikirkan apa yang terjadi malam itu, aku tidak bisa menerimanya dan terus muntah."


Tiba-tiba dia memanfaatkan kesempatan untuk mengelus-elus tangan Lu Li sambil terus mengeluh.


"Saat ini, hidup dan kebebasanku ada di tangan Qi Sheng. Dimanfaatkan olehnya untuk mengancamku dari waktu ke waktu. Setiap 3 atau 5 hari aku juga harus tidur dengannya. Bukankah itu penghinaan besar bagiku?"


Suatu malam, Lu Li datang dengan membawa sebuah undangan. Kaisar akan mengadakan pertandingan sepak bola di istana dan semua pangeran dan para istrinya diminta ikut.


Tapi di undangan ini disebutkan bahwa semua istri tanpa memandang status, tidak boleh menggunakan alasan apapun, termasuk alasan sakit, untuk absen dari pertandingan ini. Peng Peng tidak terima dan berniat mau pergi sendiri untuk absen sakit.


"Tidak boleh!" bentak Qi Sheng lalu menyeret Peng Peng keluar.

__ADS_1


Sepanjang jalan, Peng Peng terus nyerocos protes tidak terima dengan cara kasar Qi Sheng ini. Qi Sheng pikir dia male lead di drama Korea atau apa, cowok dingin yang suka tiba-tiba menyeret ceweknya tanpa mengucap sepatah kata.


"Aku tidak akan jatuh cinta padamu biarpun kau niruin adegan semacam itu. Aku malah benci banget adegan semacam itu!"


"Diam!"


Setibanya di lapangan, mereka saling berhadapan dengan sebuah bola di tengah-tengah mereka. Qi Sheng berkata kalau ini adalah bola favoritnya. Kaisar terdahulu selalu latihan dengan bola ini.


Peng Peng nyinyir. "Kau akan mengajariku bermain bola?"


"Kenapa tidak? Aku tahu kau tidak bisa bermain bola."


Peng Peng sinis mendengarnya. Dengan pedenya dia bergaya ala-ala ahli kungfu sebelum kemudian menendang bolanya... dan meleset. Dia mencoba lagi, lagi, lagi, dan lagi. Dan lagi-lagi gagal.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian setelah latihan selesai, Qi Sheng memuji hasil latihan hari ini yang lumayan, setidaknya Peng Peng berhasil menendang bolanya tadi. Dan karena bakatnya nol, maka besok Peng Peng harus latihan lebih keras lagi.


Peng Peng langsung jatuh lemas ke tanah dengan gaya lebay. "Aku tidak bisa. Aku tidak sanggup lagi!"


__ADS_2