CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 32


__ADS_3

Setelah acara penobatan usai (acara penobatannya nggak diperlihatkan), Peng Peng dan Lu Li minum-minum untuk merayakannya.


Lu Li nyerocos tentang momen saat Peng Peng keluar dari aula sambil berpegangan tangan dengan Qi Sheng tadi.


Peng Peng juga benar-benar bahagia, baru kali ini dia merasakan rasanya berada di puncak tertinggi. Rasanya dunia ada dalam genggamannya. Apalagi saat para pejabat itu menyorakinya.


"Impian pria memang sesederhana itu."


Tapi Lu Li salah paham, mengira pria yang Peng Peng maksud adalah Qi Sheng. Sekarang Qi Sheng bukan cuma memiliki dunia, tapi juga memiliki Peng Peng. Dan sebaliknya, Peng Peng memiliki Kaisar. Pokoknya, Peng Peng orang yang paling beruntung sedunia.


Peng Peng kesal mendengarnya. "Apa kau akan mati kalau tidak merusak hariku?"

__ADS_1


Lu Li tak sempat memikirkan kebingungannya karena tepat saat itu juga, Qi Sheng datang. Qi Sheng mengaku kalau dia datang karena dia sangat bahagia karena hari ini Peng Peng sudah resmi jadi permaisurinya.


Dia menuangkan arak untuk Peng Peng, tapi Peng Peng jadi cemas mengira Qi Sheng mau merayunya. Berniat menghindar, Peng Peng menolak minum dan pura-pura sakit kepala.


Tapi Qi Sheng tahu betul kalau dia cuma beralasan dan meyakinkan kalau dia hanya akan sebentar saja. Dia cuma mau ngobrol sebentar.


Qi Sheng lalu membahas tentang dirinya yang sudah tahu kalau dia akan menikahi Peng Peng sejak dia berumur 9 tahun. Orang-orang mengira kalau dia dipilih jadi Putera Mahkota karena dia cerdas dan bijak. Tapi sebenarnya tidak seperti itu.


"Lalu bagaimana dengan adik Jiang?"


"Saat kau berumur 5 tahun, kedua orang tua Jiang belum meninggal, jadi dia belum tinggal bersama keluarga Zhang. Dulu aku usil dan kau sangat imut dan menarik. Aku melihatmu dan tertarik padamu. Jadi aku bermain perang salju denganmu. Jiu Wang waktu itu menolak bermain dan lebih memilih menemani Kakek."

__ADS_1


"Rupanya waktu kecil kau sudah bermain dan mengejar wanita," komentar Peng Peng.


Sejak saat itu, Kakeknya memperlakukan Qi Sheng berbeda dari cucu-cucunya yang lain. Kakeknya pernah bilang bahwa Peng Peng adalah gadis yang manis dan beruntunglah siapapun yang menikah dengannya.


Qi Sheng yakin bahwa saat Kakek melihat mereka bermain waktu itu, beliau teringat akan saat-saat kebersamaannya dengan Nenek.


"Semua itu sudah jadi masa lalu. Orang harus terus menatap ke depan. Sekarang sudah larut, kau harus berhenti minum." Ujar Peng Peng yang jelas-jelas ingin mengakhiri obrolan sampai di sini.


Qi Sheng mengerti maksudnya dan langsung beranjak pergi. Peng Peng membisiki Kasim Qiang untuk membawa Qi Sheng ke Istana You Lan (tempatnya Ying Yue), tapi Qi Sheng menyuruh Kasim Qiang untuk membawanya ke Istana Da Ming (kediaman Qi Sheng sendiri).


Suatu hari, Peng Peng sedang tidur saat Lu Li buru-buru datang untuk mengabarkan informasi yang baru didapatnya. Menurut sumber terpercaya, Qi Sheng beberapa hari ini sering mengunjungi Istana You Lan, tapi dia tidak pernah bermalam di sana.

__ADS_1


__ADS_2