CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 15


__ADS_3

Peng Peng heran kenapa Ibunya meminta Qi Sheng tetap di sana. Lu Li menduga karena sekarang Ibu berduaan saja dengan Qi Sheng, dia bisa bebas melakukan apapun. Dia lalu memberitahunya tentang sebuah rumor yang katanya terjadi 20 tahun yang lalu.


Dulu, semasa kekayaan dan properti keluarga Zhang belum terbagi-bagi, Ibunya Peng Peng yang merupakan menantu tertua, bertanggung jawab mengurus segala keperluan rumah tangga keluarga Zhang.


Salah satu paman Zhang memiliki seorang menantu. Tapi kemudian, si menantu ini selingkuh sama pelayan dan ketahuan Ibunya Peng Peng. Jadi, si menantu itu dihukum mati.


Mendengar itu, Peng Peng membayangkan Qi Sheng diracuni sampai mati oleh Ibu. Khayalan itu jelas membuatnya cemas. Kalau Qi Sheng sampai mati, bisa-bisa dia bakalan dikubur bersamanya. Gawat! Dia tidak mau dikubur bersama Qi Sheng dan sontak kembali secepat mungkin untuk menyelamatkan Qi Sheng.


Tapi saking buru-burunya, dia malah kesandung dan tersungkur ke lantai tempat di hadapan Qi Sheng dan Ibu. Melihat Qi Sheng hendak minum, Peng Peng langsung lari menghampirinya dan menampik gelas itu dengan gaya dramatis.


Dia lalu merebut tekonya dari tangan Ibu dan memperingatkan Ibu untuk tidak melakukan tindakan yang bodoh. Qi Sheng jelas marah pada Peng Peng.

__ADS_1


Peng Peng santai menyetopnya dan dengan pedenya memberitahu Qi Sheng untuk tidak usah bilang terima kasih padanya


Bingung, Ibu meminta Qi Sheng untuk kembali dulu dan jangan lupa apa yang dia ucapkan tadi. Qi Sheng janji akan mengurusnya secepat mungkin.


Berduaan dengan Ibu, Peng Peng masih gemetaran memegangi teko itu dan memperingatkan Ibu untuk tidak melakukan sesuatu yang bodoh. Kalau Ibu sampai membunuh Qi Sheng, itu sama saja mencelakai dirinya sendiri.


"Ibu tidak mengerti apa yang kau bicarakan?"


Ibu sontak menutup mulutnya. Jangan keras-keras ngomongnya. Kalau sampai ada yang dengar, mereka bisa dihukum mati. Dari mana Peng Peng mengetahui masalah itu.


"Lu... Bukan Lu Li yang bilang. Ada seseorang yang pernah mendengar kalau Ibu memerintahkan menantu Zhang untuk dibunuh. Jadi kukira ibu..."

__ADS_1


"Ini lagi?"


Ibu menjelaskan kalau si menantu itu mati karena kesalahannya sendiri. Waktu itu, si menantu itu baru saja makan jeroan **** di restoran. Lalu setelah itu, Ibu mengirim lobak dan akar lotus panggang padanya. Ibu tidak tahu kalau memakan kedua makanan itu secara bersamaan bisa menyebabkan kematian.


Dia meyakinkan Peng Peng bahwa Qi Sheng tidak bisa melakukan apa yang dia inginkan itu karena dia takut akan kekuasaan klan Zhang.


 Tapi Peng Peng tak peduli masalah itu, dia hanya ingin hidup tenang. Malah bagus kalau Qi Sheng tidak mengganggunya, apalagi kalau mereka tidak berinteraksi sama sekali.


"Dia boleh menyukai siapapun yang dia mau, aku tidak peduli dan tak ada yang bisa kulakukan juga."


"Anak bodoh. Aku sudah memperingatkanmu bahkan sebelum kau masuk istana. Di dalam istana, bahkan sekalipun kau tidak mempedulikan orang lain, tapi orang lain akan tetap melakukan sesuatu padamu. Karena itulah, kau harus memiliki sesuatu untuk bisa bertahan. Keturunan kerajaan."

__ADS_1


What? Jadilah Peng Peng menggalau ria karenanya. Dia kan cuma ingin makan dan tidur nyaman di sini, masa dia harus tidur dengan Qi Sheng? Tidak bisa! Dia tidak mau kehilangan kesuciannya pada Qi Sheng. Memikirkannya saja bikin mual.


__ADS_2