
Peng Peng geli mendengarnya dan mengingatkan kalau Pangeran Kecil masih bayi, kerjaannya yah cuma makan dan menangis.
Tetap saja Lu Li merasa semua ini adalah salahnya, jadi bagaimana kalau dia membantu Peng Peng bertemu dengan Qi Sheng secara tak sengaja? Tapi ide itu sepertinya tak perlu karena Qi Sheng muncul tepat saat itu juga.
Qi Sheng tiba-tiba mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan lalu terang-terangan mengakui kalau dia barusan dari Istana You Lan.
Di sana, baunya selalu wangi karena mereka selalu menyalakan dupa. Sementara tempatnya Peng Peng ini biasanya cuma bau daging dan durian. Bertemu Ying Yue membuatnya merasa lebih baik.
Niatnya jelas-jelas membuat Peng Peng cemburu, tapi Peng Peng tetap tersenyum manis dan tidak terpengaruh sedikitpun.
"Qi Sheng! Qi Sheng! Taktik rendahanmu ini, bahkan anak SD saja sudah tidak menggunakannya lagi. Kekanakan!" Nyinyir Peng Peng.
__ADS_1
Qi Sheng tanya taktik apa yang Peng Peng gunakan untuk membuat Zhao setuju untuk menikahi Lu Li. Peng Peng menolak mengatakannya dan mengklaim kalau itu karena Lu Li pintar, cantik dan mampu menyentuh hati Zhao. Dia cuma membantu mereka sedikit.
"Apa hidupnya sepenting itu hingga kau mengambil resiko untuk melawanku?"
"Yang paling penting adalah aku bukan cuma melindungi nyawanya, tapi juga karena hati nuraniku."
"Nurani? Apa kau punya nurani terhadapku? Apa kau bahkan pernah tulus padaku?"
Peng Peng menegaskan kalau dia pasti akan baik hanya pada orang-orang yang baik padanya. Qi Sheng jelas tersinggung, memangnya dia tidak pernah memperlakukan Peng Peng dengan baik, begitu?
"Zhang Peng Peng, kau akan menyesalinya suatu hari nanti. Akan kubuat oleh merasa lebih baik mati daripada hidup!"
__ADS_1
Beberapa hari kemudian, Peng Peng tampak murung. Dia mengaku kalau belakangan ini dia murung karena memikirkan alasan Qi Sheng yang sengaja memberitahunya kalau dia pergi ke Istana You Lan.
Dia yakin kalau Qi Sheng pasti mau melakukan sesuatu pada keluarga Zhang dan menurunkannya dari posisi permaisuri dan menggantinya dengan Ying Yue.
Lu Li tidak yakin maksudnya Qi Sheng seperti itu, tapi Peng Peng bersikeras itulah makna tersembunyi dibalik ucapan Qi Sheng.
Berusaha menghibur Peng Peng, Lu Li punya ide memanggil para selir untuk menemani Peng Peng main. Jiwa playboy-nya Peng Peng langsung kumat seketika dan antusias menyuruh Lu Li untuk cepat-cepat memanggil para wanita itu.
Begitu para wanita itu datang, Peng Peng langsung jelalatan menatap bodi s~$si mereka. Dia benar-benar antusias memainkan permainan mereka.
Tapi saat gilirannya tiba dan wajah Selir Liu semakin mendekat, entah kenapa mendadak dia muntah-muntah. (Hmm, kenapa yah? Apa dia sudah nggak suka sama cewek lagi?)
__ADS_1
Dia jadi galau seharian memikirkan masalah ini. Sepertinya semua keanehan dirinya mulai terjadi sejak dia hamil. Lu Li rasa itu hanya karena Peng Peng mengalami depresi pasca melahirnya, itu hal wajar.
Peng Peng ngotot kalau itu tak mungkin terjadi padanya. Ini pasti karena karirnya tidak sukses hingga dia bahkan kehilangan kepercayaan dirinya sebagai pria.