CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 5


__ADS_3

Alih-alih marah dan menghukum Peng Peng, Ibu Suri malah mengomeli Qi Sheng.


"Lihatlah betapa lemah, naif dan baiknya istrimu ini. Karenamu, dia rela mengakui kalau dia mencoba membunuh suaminya sendiri."


Peng Peng langsung memeluk kaki Ibu Suri sambil mewek lebay. "Ibu Suri! Janganlah anda terpedaya oleh tampangku. Aku bukan lagi Zhang Peng Peng yang naif, baik dan enerjik. Anda tidak tahu seberapa jahatnya hatiku ini."


Dia mengklaim kalau dia sendiri yang melompat ke air. Dia bahkan mengklaim bahwa dialah yang menarik Jiang Ying Yue dan Putera Mahkota ke air bersamanya. Mereka semua hampir mati karenanya.


Karena itulah, dia memohon agar Ibu Suri menghukum mati dia. Dia sudah melanggar aturan yang benar-benar tak bisa dimaafkan. Jika Ibu Suri pilih kasih, maka ia akan diejek semua orang.


Lagi-lagi, Ibu Suri malah mengomeli Qi Sheng dan menuduh Qi Sheng lah telah membuat Peng Peng merendahkan dirinya sendiri seperti ini. Alih-alih membela istrinya, Qi Sheng malah mendukung pertanyaan Peng Peng biar dia dihukum.

__ADS_1


Ibu Suri jelas kesal mendengarnya. Karena Qi Sheng tidak mau berubah, Ibu Suri memerintahkannya pergi Jiang Bei untuk melakukan inspeksi. Dia boleh kembali hanya setelah dia menyadari bagaimana harus bergaul dengan istrinya.


Qi Sheng mau protes, tapi Ibu Suri bilang kalau ini juga perintah Kaisar. Qi Sheng akhirnya diam dan mengalah.


Para pengawal lalu datang membawakan Jiang Ying Yue yang sudah lemas. Sontak kedua pangeran langsung berlari menghampirinya.


Ibu Suri memperingatkan Zhao untuk mengontrol istrinya itu. Jika tidak, maka takkan ada seorang yang bisa menolongnya kelak.


Zhao mengerti lalu membopong istrinya itu dan membawanya pergi. Ying Yue dan Qi Sheng sempat saling berpandangan dengan sedih.


Rencananya mendapatkan hukuman mati gagal, Peng Peng berinisiatif mau menjedotkan kepalanya ke tiang, tapi gagal gara-gara dicegat para pengawal.

__ADS_1


Ibu Suri pun menyuruh mereka untuk membawa Peng Peng ke kediamannya. Jadilah Peng Peng digotong dari sana sambil terus menjerit-jerit minta dihukum mati.


Cemas dengan kehisterisan Peng Peng, Ibu Suri memerintahkan agar mereka mengirim tabib untuk memeriksa Peng Peng dan biarkan dia istirahat.


Qi Sheng pun diam-diam memerintahkan kedua pelayannya agar mereka mengurung Peng Peng di kediamannya. Dia tidak boleh keluar barang selangkahpun.


Dia lalu pergi dengan ditandu. Di tengah jalan, dia melihat Jiu Wang (Pangeran ke-9) juga sedang ditandu di depannya dan langsung menyuruh mereka untuk mengejar tandunya Jiu Wang.


Jadilah kedua rombongan itu saling balapan dan senggol-senggolan dengan sengit. Rombongannya Qi Sheng licik mencubiti dan menggelitiki pembawa tandunya Jiu Wang hingga akhirnya dia kalah dan tak sengaja menjatuhkan tandunya Jiu Wang.


Qi Sheng jelas senang rombongannya menang lalu kemudian pura-pura mengomeli mereka. Jiu Wang santai pura-pura membela pelayannya Qi Sheng, dia tidak sengaja kok.

__ADS_1


Hubungan kedua pangeran itu tampak jelas buruk dan penuh persaingan. Qi Sheng nyinyir menyindir Jiu Wang yang selalu peduli dengan segala sesuatu dalam hidupnya, termasuk pelayannya... dan istrinya.


Ini bahkan bukan pertama kalinya Jiu Wang ikut campur dalam masalah pribadinya. Dari percakapan mereka, ternyata yang menyelamatkan Peng Peng dari air itu Jiu Wang.


__ADS_2