
Peng Peng sedang menari-nari dengan senyum merekah indah tersinggung di wajahnya... sama sekali tak menyadari masalah yang tengah terjadi di istana.
Dalam acara rapat pagi hari itu, seorang prajurit yang terluka, dibawa ke hadapan Qi Sheng. Si prajurit melapor bahwa pasukan mereka disergap secara tiba-tiba di Jing Yang Guan oleh pasukan Raja Gurun Utara.
Sekarang para prajurit mereka terluka parah dan hanya 10 orang yang selamat, termasuk dirinya yang beruntung bisa selamat dan bergegas kemari secepatnya untuk melapor ke paduka.
Qi Sheng kontan murka dan memutuskan untuk tidak lagi menunda-nunda mengirim pasukan ke Gurun Utara.
Peng Peng masih asyik diskoan saat Lu Li mendadak datang dengan panik dan mengabarkan kalau Qi Sheng akan segera pergi ke Gurun Utara. Apa Peng Peng tidak mau melihatnya pergi?
Peng Peng kaget. "Secepat itu? Kenapa Qi Sheng pergi secepat itu? Siapa yang memberinya hak untuk pergi secepat itu? Bagaimana bisa Qi Sheng pergi secepat itu? Kami bahkan belum bersenang-senang lebih lama. Bagaimana bisa Qi Sheng begitu tidak bertanggung jawab?!"
__ADS_1
Kesal, dia langsung melesat pergi mencari Qi Sheng.
Qi Sheng bertemu dengan kedua saudaranya untuk membahas masalah ini dan menanyakan pendapat mereka terkait masalah ini. Zhao pasrah saja apapun keputusan Qi Sheng. Toh sekalinya Qi Sheng membuat keputusan, sulit mengubahnya.
"Baiklah. Aku ingin memberitahu kalian bahwa bukan cuma aku seorang yang akan memimpin pasukan. Aku juga berencana mengajak kalian berdua. Aku penasaran apa pendapat kalian?"
Jiu Wang dan Zhao sama sekali tidak keberatan.
Jiu Wang baru saja keluar saat Peng Peng tiba-tiba menariknya dan tanya kenapa Qi Sheng memanggilnya dan Zhao, apa yang mereka bicarakan? Jiu Wang memberitahu kalau dia dan Zhao diminta ikut pergi bersamanya ke Gurun Utara.
Yang tidak Jiu Wang mengerti, kenapa Ayahnya Peng Peng disuruh tetap di sini dan tidak ikut dikirim ke Gurun Utara. Peng Peng rasa, Qi Sheng mungkin takut kalau Jiu Wang akan menggunakan kekuasaan keluarga Zhang dan memanfaatkan perang ini untuk memicu pemberontakan.
__ADS_1
"Semua ini begitu mendadak. Masih ada banyak hal yang perlu ditangani. Peng Peng. Begitu semua ini selesai, aku ingin bertemu denganmu lagi."
"Baiklah. Aku akan menunggumu."
Malam harinya, Lu Li mewek lagi, menangisi dan mengkhawatirkan Zhao. Mereka bahkan belum menikah dan dia sudah mau jadi janda. Zhao itu kan tidak bisa apa-apa, bagaimana bisa dia pergi perang?
"Lu Li, kau boleh menangis. Tapi jangan menghina orang seperti itu."
Lu Li hanya tidak mengerti kenapa Kaisar malah mengikutsertakan Zhao yang tidak berguna itu dalam perang ini.
"Qi Sheng mengkhawatirkan kedua saudaranya itu. Daripada meninggalkan mereka di ibukota, kenapa dia tidak membawa mereka saja agar dia bisa mengawasi mereka? Lu Li, lebih baik ke bersiap mental."
__ADS_1
"Bersiap bagaimana? Kalau Pangeran Zhao berani berhubungan dengan wanita barbar di Gurun Utara, akan kucakar mukanya!"
Tapi bukan itu yang dimaksud Peng Peng. Karena sekarang Qi Sheng membawa kedua saudaranya itu ke medan perang, jadi sekarang dia tidak perlu melakukan apapun sendiri (terhadap kedua saudaranya). Perang itu sendiri bisa mengancam nyawa Jiu Wang dan Zhao.