
"Bubur buatanku tidak seenak bubur buatan Nona Su, begitu?"
"Kalian sudah bertemu? Apa yang kalian bicarakan?"
"Saat teman lama bertemu, cuma perbincangan biasa dan tidak ada yang istimewa."
Di luar, Lu Li dengan sengaja mempermainkan Ying Yue dengan memerintahkan Ying Yue untuk mengipasinya, mengambilkan lap, bahkan menyuruhnya untuk membuatkannya teh.
Kesal, Ying Yue diam-diam meludahi tehnya Lu Li. Tapi saat dia menyajikannya, Lu Li malah menyodorkan teh itu padanya dan memerintahkannya untuk meminumnya. Wkwkwk. Ying Yue terapaksa meminumnya dan langsung muntah-muntah.
Qi Sheng tanya apakah Peng Peng tidak punya pendapat apapun tentang keberadaan Ying Yue di sini. Peng Peng dengan tenang berkata kalau dulu mungkin dia akan punya pendapat, tapi sekarang tidak.
"Kau tidak punya pendapat apapun, atau kau keberatan?"
"Paduka, jangan cemas. Sekarang kau punya seseorang yang akan dengan senang hati mengurusmu di sini. Aku sangat senang, kenapa juga aku harus keberatan?"
__ADS_1
Sebenarnya dia keberatan sih. Tapi kalau dia mengutarakannya, bisa-bisa Qi Sheng akan membunuhnya.
Kalau Peng Peng tidak punya pendapat apapun, yah sudah, dia pergi saja. Tapi begitu Peng Peng pergi, Qi Sheng malah melahap habis bubur duriannya.
Saat dia keluar, dia mendapati Lu Li sedang ketawa cekikikan dan dengan antusias memberitahunya kalau Ying Yue lagi muntah-muntah di luar.
Bagus, dia kesal banget barusan karena harus bersikap sok manis di hadapan Qi Sheng dan Lu Li membantunya balas dendam.
Dulu dia baik pada Ying Yue karena dia kasihan, tapi sekarang dia tidak bisa menoleransinya lagi.
Di kediamannya, Peng Peng sedang galau. Beberapa hari ini dia selalu mengirim sesuatu ke Qi Sheng, tapi sampai sekarang belum ada hasilnya sama sekali. Qi Sheng bahkan tidak pernah memanggilnya.
Perang di Yun Xi kan sudah berakhir, seharusnya Qi Sheng tidak begitu sibuk lagi dong. Pasti Ying Yue penyebabnya, dialah yang membuat Qi Sheng mengabaikannya.
"Yang Mulia. Tunggu saja aku ada waktu, akan kubawa pelayan istana lainnya untuk memberinya pelajaran!"
__ADS_1
Walaupun Kaisar menyukainya, tapi dia cuma pelayan istana. Dia bisa menghancurkannya dengan hanya satu jari.
Tapi Peng Peng melarangnya dan mengingatkan Lu Li untuk tidak sembarangan menghajar orang. Dia harus tahu siapa majikan orang yang dia hajar itu.
"Jika kau tidak bisa bersabar dengan hal kecil, kau mungkin akan menghancurkan rencana besar. Kita tidak boleh memprovokasi Qi Sheng saat ini."
Qi Sheng pergi menemui Ibu Suri, tapi wajahnya tampak sangat murung. Ibu Suri penasaran kenapa wajah Qi Sheng seperti itu padahal perang sudah usai.
Qi Sheng mengaku bukan masalah itu yang menganggunya. Dia merasa Permaisuri sekarang jadi semakin dingin dan semakin menjauh darinya. Walaupun sekarang Peng Peng sudah tidak lagi melawannya, tetap saja Qi Sheng tidak bisa tenang.
"Kurasa Paduka cuma terlalu khawatir. Kudengar Peng Peng belajar untuk toleran."
"Dia tidak perlu menjadi toleran. Dia hanya perlu menjadi dirinya sendiri. Apa yang dilakukannya sekarang, jelas-jelas palsu."
Dia mengaku kalau dia sengaja membawa Ying Yue ke istananya agar Peng Peng melihatnya dan cemburu. Tapi reaksi Peng Peng malah kebalikannya. Menurut Ibu Suri, taktik ini kurang kuat.
__ADS_1