CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 25


__ADS_3

Peng Peng jadi semakin cemas mendapati Jiu Wang demam tinggi. Jadilah Peng Peng musti mondar-mandir jatuh bangun dari hutan ke sungai untuk membasahi kain bajunya dan menggunakannya untuk mengompres Jiu Wang.


Dalam tidurnya, Jiu Wang mengigau mencemaskan Peng Peng. "Peng Peng! Berbahaya! Pergilah sekarang!"


Peng Peng terharu mendengarnya dan semakin yakin kalau Qi Sheng lah pembunuhnya. Qi Sheng bahkan tidak melindunginya dalam penyerangan tadi, malah Jiu Wang yang menyelamatkannya. Sepertinya Jiu Wang lebih bisa dipercaya.


Karena itulah Peng Peng memutuskan bahwa jika mereka selamat dari semua itu, Peng Peng janji akan memihak Jiu Wang.


Keesokan harinya, Peng Peng tersentak bangun dan langsung ingat untuk menganti kompresnya Jiu Wang. Dia langsung menyambar kain kompresnya dan hendak melesat pergi saat tiba-tiba dia menyadari Jiu Wang sudah bangun.


Tapi dia bingung kenapa Jiu Wang senyam-senyum. "Apa demam membuatmu jadi bodoh? Apa kau masih ingat siapa aku?"

__ADS_1


Jiu Wang malah menggeleng. Percaya kalau Jiu Wang hilang ingatan sungguhan, Peng Peng memberitahu kalau dia adalah kakaknya Jiu Wang. Di masa mendatang, Jiu Wang harus memanggilnya Da Ge (kakak cowok).


"Peng Peng, aku sungguh tidak mengenalimu lagi. Semua yang kau lakukan sungguh mengejutkanku."


Menurutnya, Peng Peng yang sekarang sudah berubah menjadi seseorang yang tidak bisa lagi dikontrol Qi Sheng. Jika Peng Peng tidak bisa memilikinya, maka dia harus menghancurkannya.


Sebelum Peng Peng pergi ke Jiang Utara, dia terlalu mengkhawatirkan Peng Peng hingga dia tidak menaruh perhatian pada mata-matanya Qi Sheng.


Peng Peng tak menyalahkannya, Qi Sheng lah yang berpikir terlalu berlebihan padahal hubungannya dengan Jiu Wang hanya sebatas hubungan persaudaraan.


Jiu Wang tampak kecewa mendengarnya. Tapi bagaimanapun, dia memperingatkan Peng Peng untuk lebih berhati-hati saat mereka pulang nanti.

__ADS_1


Tapi masalah perebutan tahta, Peng Peng bertanya-tanya apakah Jiu Wang pernah berpikir untuk mundur saja. Jalan yang harus dia tempuh pasti sangat sulit, tanggung jawabnya pun sangat berat, belum lagi Qi Sheng yang sangat dingin dan licik. Dia orang yang tidak mudah dikalahkan.


Jiu Wang bersikeras untuk memperjuangkannya. Qi Sheng lah yang telah mendorongnya untuk melakukan ini.


"Jika aku berjuang, maka aku mungkin bisa mendapatkan secercah harapan. Jika aku tidak berjuang, maka aku hanya bisa menunggu kematian."


Peng Peng bisa memahami perasaannya. Dia juga selalu merasa dirinya dalam bahaya. Mengetahui hidupnya ada di tangan orang itu membuatnya merasa tak tenang setiap hari. Entah apakah mereka akan bisa kembali hidup-hidup.


Jiu Wang rasa, mereka bisa tenang sekarang. Karena mereka sudah menggagalkan usaha pembunuhannya Qi Sheng, jadi sekarang dia pasti takkan sembrono untuk membuat tuduhan pada mereka lagi. Jika dia mau membunuh mereka lagi, maka dia harus membuat rencana lagi.


Kalau mereka masih bisa hidup, maka mereka tidak boleh kelaparan. Peng Peng pun pergi ke sungai untuk mencari makanan untuk mereka.

__ADS_1


Sesampainya di sungai, dia melihat sesuatu yang dia kira ikan besar tapi ternyata itu Qi Sheng yang pingsan setelah berenang seharian. Qi Sheng pun tersadar setelah Peng Peng membangunkannya dan langsung ngomel-ngomel melihat pakaiannya Peng Peng yang terlalu terbuka.


__ADS_2