
Peng Peng lalu bertemu diam-diam dengan seorang kasim yang menjual barang seni. Si kasim meyakinkan bahwa dia sudah berpengalaman dalam bidang ini selama 20 tahun. Dia bisa mendapatkan apapun yang Peng Peng butuhkan.
Dia lalu membawa Peng Peng ke sebuah bebatuan tempat dia menyembunyikan barang-barangnya dan memberikan vas porselen pesanan Peng Peng.
Puas mendapatkan vas pesanan Ibu Suri, Peng Peng penasaran dengan barang jualannya yang lain, tapi malah mendapati replika patung David.
Si kasim sontak berlutut ketakutan dan memohon ampunan. Bahkan saking takutnya mendapat hukuman, si kasim menawarkan vas porselen itu gratis.
Tapi Peng Peng berniat memiliki patung itu dan menggunakan kesempatan itu untuk mengancam si kasim agar dia memberikan patung itu padanya dan sebagai gantinya dia akan pura-pura tak tahu menahu.
Si kasim tidak mengerti mengapa, itu kan cuma patung replika. Apalagi patung itu terlarang di negara ini. Peng Peng langsung menjitak kepala si kasim, justru dia sedang membantu si kasim menyingkirkan patung itu.
Si kasim akhirnya setuju dan dengan senang hati memberikan patung itu pada Peng Peng. Senang, Peng Peng langsung membawa pulang patung itu sampai lupa dengan vas porselennya.
__ADS_1
Keesokan harinya, Peng Peng panik mencari-cari patung Davidnya yang entah menghilang ke mana. Lu Li sampai bingung dia cari apa sih? Davidnya menghilang, jawab Peng Peng.
"Siapa itu David?"
"David itu karyanya Michelangelo. Aku baru saja mendapatkannya dari seorang kasim."
Lu Li santai, dia kira apa. Itu kan cuma patung, mereka bisa membeli yang baru. Tidak bisa, kalau mereka sampai kehilangan patung itu dan ketahuan, maka mereka bisa dihukum.
Shock, Lu Li sontak menjerit ketakutan. Tadi dia mengirimkan patung itu lewat departemen pengiriman ke Ibu Suri. Soalnya patung itu kan ditutupi kain tadi, jadi dia kira itu vas porselen.
Peng Peng shock. "Mati aku! Mati aku! Mati aku! Kalau Nenek sampai melihatnya, kita benar-benar akan berada dalam bahaya!"
Yang Yan sedang mengurusi paketannya saat Peng Peng bergegas datang dan langsung mengacak-acak semua paketan yang baru datang. Yang Yan tidak terima pekerjaannya diacak-acak, apa Peng Peng mau menghancurkan usahanya sendiri?
__ADS_1
"Aku mengirim barang yang salah. Bantu aku mencarinya!"
Yang Yan akhirnya membantu Peng Peng, sementara Peng Peng sibuk membuangi semua paket yang tertata rapi di rak.
Capek dan kepanasan, Peng Peng santai saja membuka rompinya yang sontak membuat Yang Yan malu. Parahnya lagi, dia bahkan sampai mimisan. Peng Peng terus mengacak-acak tempat itu tapi tetap saja tak bisa menemukan patung itu.
Peng Peng menanyai Kasim Qiang tentang masalah departemen pengiriman yang sekarang mulai berkembang pesat itu.
Kasim Qiang membenarkan. Sekarang ini, semua pengiriman barang di istana ditangani oleh departemen itu, termasuk pengiriman sayur mayur dapur kerajaan.
Qi Sheng penasaran, jika dia mengirimkan sesuatu, apakah orang yang bertanggung jawab menangani kiriman itu akan tahu barang apa yang dia kirimkan itu?
Kasim Qiang menyangkal. Keuntungan dari pengiriman itu adalah kerahasiaan. Asalkan barangnya dibungkus dengan rapi dan alamat penerimanya ditulis dengan jelas, takkan ada yang bisa membuka paketannya.
__ADS_1