
Tiba-tiba terdengar suara orang-orang yang datang. Seorang pelayan datang dengan membawa seorang tabib. Melihat Zhang Peng sudah sadar, si pelayan langsung mewek penuh haru. Benar-benar lega karena nona-nya sudah sadar dan selamat.
Dia terus nyerocos panjang lebar, mengklaim bahwa jika nona belum siuman juga maka Jiang Shi pasti akan membunuh suaminya. Dia akan menyakiti Pangeran Zhao dulu lalu Pangeran Zhao akan mati mengenaskan lalu Jiang Shi akan bermesraan bersama pangeran mereka sepanjang hari dan sepanjang malam.
Zhang Peng jelas tidak mengerti ocehan gaje si pelayan itu. "Kau siapa? Apa yang kau bicarakan itu?"
"Aku? Aku Lu Li, nona. Masa Nona tidak mengingatku?"
"Kaulah yang 'nona'."
Panik melihat keanehan nonanya, Lu Li langsung meminta Tabib Song untuk memeriksa nonanya ini, mengira nonanya menceracau karena sakit.
Tabib Song pun bergerak mendekat untuk mengecek nadinya, tapi Zhang Peng langsung menendangnya menjauh. "Jangan sentuh aku! Kau siapa?"
__ADS_1
"Saya? Saya Tabib Istana Song."
"Benar, Yang Mulia, dia Tabib Song. Dia sering datang untuk memeriksa anda setiap kali anda sakit. Apa anda lupa?"
Heran mendengar kata 'tabib istana', Zhang Peng tanya di mana ini? Lu Li bilang kalau ini adalah kamar istananya Zhang Peng.
"Kamar istana? Apa ini masih di Cina?"
"Cina? Aku tidak pernah dengar."
Lu Li langsung tertawa mendengarnya. Tentu saja dia adalah Zhang Peng Peng, putri tunggal dari Menteri Pertahanan-nya Kaisar yang sekarang dan cucu dari jenderalnya kaisar yang terdahulu...
"Stop!" Bentak Peng Peng yang jadi semakin bingung mendengar semua itu. Dia kan cuma terjatuh ke kolam. Bagaimana bisa dia berubah dari Zhang Peng jadi Zhang Peng Peng?
__ADS_1
"Kalaupun ini perjalanan waktu, seharusnya aku menjadi menjadi pria tampan dan gagah dong. Bagaimana bisa aku berubah jadi trandgender?"
Sedih dan cemas melihat keanehan nonanya, Lu Li memohon sekali lagi agar Peng Peng diperiksa tabib.
Tidak tahan lagi dengan semua ini, Peng Peng langsung menendang kedua orang itu keluar dari kamarnya... sebelum kemudian ingat kalau dia kebelet dan langsung panik memanggil-manggil mereka lagi. "Toiletnya di mana? Toiletnya di mana?!"
Keesokan harinya, Peng Peng bergulingan di kasur, masih dengan mata tertutup dan berpikir kalau kejadian kemarin pastilah cuma mimpi. Dengan pikiran itu, dia pun membuka mata dan langsung shock mendapati Lu Li sedang menatapnya.
"Kenapa bisa kau lagi?!"
Lu Li memintanya untuk tidak tidur terus soalnya sekarang sudah siang. Peng Peng curiga kalau Lu Li dibayar seseorang untuk membohonginya. Katakan siapa orangnya, Peng Peng janji akan membayarnya dua kali lipat.
Lu Li langsung mewek mendengarnya. Dia kan pelayan pribadinya Peng Peng yang tumbuh besar bersamanya sejak kecil. Tidak seharusnya Peng Peng mencurigainya. Dia pelayannya Peng Peng yang setia hanya pada Peng Peng seorang. Bagaimana bisa Peng Peng lupa? Dia tidak akan pernah menerima uang dari orang lain dan mengkhianati Peng Peng.
__ADS_1
Shock, Peng Peng bertanya-tanya pada dirinya sendiri bagaimana caranya dia bisa kembali ke masanya. Ah, kematian. Di film-film kan biasanya seperti itu. Dia pasti bisa kembali begitu dia mati.
Maka Peng Peng pun mulai melakukan berbagai cara untuk membunuh dirinya sendiri, tapi semuanya digagalkan oleh Lu Li dengan berbagai alasan.