
Lalu Jiu Wang pernah datang ke kedai teh sampai tengah malam, tokonya sudah mau tutup tapi Jiu Wang tidak pulang-pulang, si pemilik toko tidak berani mengusirnya sampai akhirnya dia mati karena kecapekan.
Satu lagi... "Jiu Wang itu terlalu tampan. Ia sampai membuat para kasim di rumah saya mati karena ketampanannya."
"Yang Mulia, ini tidak bisa dibiarkan lagi."
"Paduka, ini mengancam keselamatan kerajaan kita. Jika kita tidak menyingkirkan orang jahat ini, ini bisa menyebabkan kemunduran bagi negeri kita ini."
"Baiklah. Karena sudah terbukti. Aku punya cara sendiri untuk menanganinya."
,Zhao langsung mendatangi Jiu Wang yang masih sangat santai. Apa dia tidak dengar kalau masalah ini jadi semakin besar?
Sekarang ini mereka tidak bisa bertemu Yang Yan dan Permaisuri, jadi hanya mereka berdua yang bisa mendiskusikan rencana mereka. Apa Jiu Wang punya rencana?
__ADS_1
"Berdasarkan pemahamanku akan Kaisar. Jika dia ingin melakukan, tak ada yang bisa kita lakukan."
"Apa maksudmu tak ada yang bisa kita lakukan?"
"Aku juga benci perasaan tak berdaya seperti ini. Apa kau pikir aku tidak ingin melakukan sesuatu? Tapi apapun yang kita lakukan sekarang ini, segalanya sudah sangat terlambat."
Ibunya Peng Peng datang dan langsung mewek sampai Lu Li ikutan mewek juga. Peng Peng lama-lama jadi kesal dibuatnya. Bisa tidak sih mereka diam? Mereka malah membuat kepalanya serasa mau pecah!
"Iya, Yang Mulia. Setelah mengalami insiden sebesar ini, wanita mana yang tidak akan menangis sedih?"
Tapi alih-alih sedih, Peng Peng justru marah. Qi Sheng bukan cuma mengambil keuntungan darinya, tapi juga memaksanya sampai seperti ini. Yang penting sekarang mereka harus memikirkan rencana balasan dan jangan cuma menangis!
Lu Li ngotot menyarankan agar Peng Peng menangis saja bersama mereka dan tidak usah mikirin balas dendam. Menangis bisa jadi detox.
__ADS_1
"Detox si~~an! Kau pakai bedak putih tiap hari di wajahmu. Saat menangis, kau sangat menakutkan!"
Sakit hati, jadilah Lu Li mewek sejadi-jadinya. Ibu cemas karena keluarga mereka sedang diinvestigasi sekarang ini. Mereka kira Kaisar mungkin cuma sedang marah, tapi kali ini sepertinya serius.
Peng Peng yakin kalau Qi Sheng seperti ini pasti karena masih marah gara-gara dia berbohong waktu itu. Karena semua ini adalah salahnya, jadi Peng Peng akan bertanggung jawab. Dia punya rencana.
Peng Peng pun pergi mendatangi Qi Sheng dengan memakai pakaian yang lebih sederhana dan mengklaim kalau dia sudah sadar pakaiannya selama ini terlalu menyolok. Qi Sheng jelas heran, kenapa Peng Peng mendadak sadar?
Peng Peng berkata kalau belakangan ini dia merenungkan dirinya sendiri dan menyadari kalau dia terlalu suka bersenang-senang dan kekanakan. Karena itulah, Peng Peng berharap Qi Sheng akan memberinya kesempatan untuk berubah.
Qi sheng yakin kalau Peng Peng mendadak bersikap sebaik ini pasti karena terdesak oleh situasi. Apa dia kemari demi orang-orang itu? Peng Peng mengakuinya dan memohon Qi Sheng berbaik hati dalam keputusan akhirnya.
Saat Qi Sheng menuntut alasan, Peng Peng langsung mewek. "Yang Yan masih muda. Anak muda itu sangat impulsif. Mereka tidak bisa membedakan mana yang benar dan yang salah. Dan ayahnya juga sudah tua. Sepanjang hidupnya ia berperang agar kita hidup dengan aman."
__ADS_1