
"Kukira Qi Sheng itu orang paling bodoh yang pernah kutemui. Ternyata kau lah lambang kebodohan."
Yang Yan juga datang untuk menyampaikan undangan dari Jiu Wang. Soalnya waktu itu kan Peng peng dikambinghitamkan Ying Yue, bahkan Qi Sheng sampai menamparnya.
Jiu Wang takut kalau Peng Peng sedih. Makanya Jiu Wang menguandang Peng Peng makan bersamanya. Apa Peng Peng mau datang.
"Tidak. Katakan saja pada Pangeran Ke-9 kalau aku tidak dendam dengan insiden itu. Jadi aku menolak undangannya."
"Jangan begini. Kakak Ke-9 ingin memberimu kejutan. Kalau kau tidak pergi, usahanya akan sia-sia."
"Kejutan? Kejutan apa?"
__ADS_1
"Pokoknya romantis. Dia mau membawamu melihat laut." Kata Yang Yan keceplosan.
Peng Peng jelas tidak mau. Masa dia harus pergi ke laut dengan sesama cowok. Pokoknya dia tidak akan pergi. Lagipula tabib istana menyuruhnya untuk istirahat. Sebal, akhirnya Yang Yan sendiri yang pergi pakai jurus terbangnya.
Malam harinya, Peng Peng sedang makan anggur saat Yang Yan tiba-tiba menyelinap masuk dengan pakaian serba hitam. Diam-diam dia melemparkan sebuah guci yang langsung mengeluarkan asap.
Dia lalu mengipas-ngipas asap itu biar terhirup oleh Peng Peng sampai dia membeku. Rencananya sukses, Yang Yan pun berjalan mendekat... tapi malah tersandung dan menci~m kakinya Peng Peng yang busuknya minta ampun. Begitu memastikan Peng Peng sudah pingsan sepenuhnya, Yang Yan pun menculiknya.
"Ini tempat Kakak Ke-9 akan menemuimu. Jie jie, apa kau salah minum obat?"
Jiu Wang datang tak lama kemudian. Heran kenapa Peng Peng berubah pikiran padahal Yang Yan bilang kalau dia tidak mau datang? Peng Peng memang tidak mau pergi. Tapi Yang Yan yang tidak memberinya pilihan.
__ADS_1
Yang Yan menjelaskan kalau dia sudah memberi Peng Peng dua pilihan. Pertama, dia mau pergi sendiri. Kedua, dia yang akan membawa Peng Peng kemari. Dan karena Peng Peng menolak pilihan pertama, terpaksa Yang Yan harus menggunakan pilihan kedua.
Lu Li sedang tidur saat Qi Sheng datang. Dia langsung panik apalagi dia tidak tahu ke mana perginya Peng Peng. Qi Sheng tak peduli dan memutuskan untuk menunggu.
Jiu Wang memberitahu Peng Peng bahwa dia menyiapkan semua ini dengan bantuan dari teman Eropa-nya. Dia yakin kalau Peng Peng pasti belum pernah makan makanan Eropa, kan?
Tentu saja sebagai orang dari dunia modern, Peng Peng sudah pernah mencicipi semua makanan Eropa. Tapi dia mengatakan itu hanya pada kita, para penonton.
Selesai makan, Jiu Wang lalu membawanya ke sebuah gedung tinggi di mana mereka bisa melihat indahnya pemandangan kota yang penuh dengan cahaya lampion. Sementara Peng Peng terpesona oleh pemandangan indah di hadapannya, Jiu Wang malah menatap Peng Peng.
"Seharusnya ada musik di sini, lalu pemeran utama pria dan wanita saling memeluk erat satu sama lain dan ci~man. Tempat ini sungguh romantis."
__ADS_1
Tapi saat dia menoleh ke Jiu Wang, dia malah mendapati Jiu Wang menatapnya dengan penuh cinta. Peng Peng jadi takut kalau Jiu Wang akan menciumnya. Tidak boleh! Peng Peng pun memutuskan untuk mempelototi Jiu Wang.