
Peng Peng merasa tidak seharusnya ada rasa kasihan di antara pria dan wanita. Qi Sheng bilang kalau dia mengasihani Ying Yue, tapi Peng Peng justru merasa kalau rasa kasihannya Qi Sheng itu sama sekali tidak menghormati mereka berdua. Jika Qi Sheng menyukainya, berikan saja dia status yang jelas.
"Sepertinya kau tidak suka caraku."
"Bukannya aku tidak senang, aku hanya merasa sedikit terluka."
"Jika Nyonya Jiang tak pernah ada, akankah masih banyak kerenggangan di antara kita berdua?"
"Tidak akan. Siapa juga yang tidak mau dicintai oleh Kaisar. Mungkin, aku berharap terlalu tinggi."
"Zhang Peng Peng, aku tahu betul kalau semua yang kau katakan itu tidak benar. Tapi aku memaksakan diriku untuk sabar dan tenang. Tapi aku tidak mau mendengarkannya lagi. Pergilah."
Hujan mengguyur deras dan petir menderu-deru saat para pelayan dan kasim gelisah dan ketakutan di luar kamarnya Qi Sheng.
__ADS_1
Frustasi dengan segalanya, Qi Sheng melampiaskannya dengan mabuk-mabukan dan menghancurkan semua barang-barangnya.
"Aku selalu bersabar padamu, mengalah padamu. Kenapa aku bahkan tak sanggup menyakitimu? Sudah cukup aku menoleransimu. Aku tidak mau bersabar lagi."
Qi Sheng pun langsung menyerbu kediaman Qi Sheng dengan membawa pedang untuk membunuh Peng Peng. Kasim Qiang berusaha keras menahannya, tapi tak berdaya. Lu Li pun berusaha menamengi Peng Peng dan memohon pengampunan untuknya.
Kesal, Qi Sheng kontan melayangkan pedangnya untuk membunuh Lu Li dan Kasim Qiang. Tapi untunglah Peng Peng mencegahnya tepat waktu dan mengusir mereka berdua. Kalau Qi Sheng mau membunuhnya, bunuh saja dia, jangan libatkan orang lain.
"Tidak. Aku sadar. Aku tahu betul apa yang kau katakan padaku hari ini."
"Paduka, apa maksudmu? Kalau menurutmu ada masalah, aku bisa menjelaskannya."
Kalau begitu, kenapa Peng Peng pergi ke kuil pemberkatan untuk bertemu Jenderal Yang dan Jiu Wang? Kenapa mereka muncul secara bersamaan? Apa hubungan Peng Peng dengan mereka?
__ADS_1
"Jangan bohong lagi! Aku tidak mau mendengar kebohonganmu lagi! Kau Permaisuriku, istri sahku. Aku berhak melakukan apapun padamu. Apa kau masih tidak mengerti? Hah?"
Qi Sheng tiba-tiba menjambak rambutnya Peng Peng yang kontan ngamuk tak terima dan berusaha menyerang balik. Qi Sheng dengan mudahnya mendorong Peng Peng dan berusaha mencekiknya.
Peng Peng terus berusaha melawan, tapi dia kalah kuat dari Qi Sheng yang dengan mudahnya menguncinya di lantai dan tiba-tiba menci~mnya. Peng Peng berusaha memberontak... tapi pada akhirnya dia menyerah dan mulai membalas ci~mannya.
Peng Peng terbangun dengan wajah penuh senyum, teringat saat-saat indah mereka semalam. Dia lalu bertanya ke Lu Li, jika seorang pria memaksa seorang wanita dan melakukan sesuatu pada si wanita, apa mungkin pria itu masih akan mencari si wanita? Tapi Lu Li tidak bisa memberinya jawaban karena tidak punya pengalaman dalam hal itu.
Di tempat lain, Qi Sheng benar-benar menyesali perbuatannya semalam dan menyalahkan Kasim Qiang karena tidak berusaha mencegahnya. Kasim Qiang tidak mengerti, kenapa juga dia harus mencegahnya?
Qi Sheng tanya lagi, setelah apa yang dilakukannya semalam, tapi dia ingin ke sana untuk bertemu Peng Peng, apa mungkin Peng Peng akan memaafkannya?
"Paduka, anda adalah Kaisar. Walaupun anda memaksa siapapun untuk melakukan apapun yang anda inginkan, itu adalah sebuah kehormatan dari anda. Dia seharus berterima kasih karena itu."
__ADS_1