CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 85


__ADS_3

Idenya Jiu Wang adalah mengalihkan perhatian para penjaga di sekitar tendanya Qi Sheng. Begitu penjagaan lemah, maka Zhao harus segera memasuki tendanya Qi Sheng dan bunuh dia. Begitu Zhao selesai membunuhnya, segera kirimi dia sinyal dan Jiu Wang akan segera mengurus segala sesuatu yang ada di luar.


Zhao gugup dengan ide itu. Takutnya dia ketakutan sampai ngompol di celana. Jiu Wang menegaskan bahwa sekarang hanya mereka berdua yang bisa melakukannya, Zhao harus memberanikan diri.


Keesokan harinya, para pembunuh sewaan Jiu Wang tengah lari mengendap-endap menuju perkemahan, lalu celingukan ke kanan dan ke kiri dan baru sadar kalau Zhao menghilang. Di mana Zhao?


Lagi gelandotan di pohon kayak monyet sambil memetiki kelopak bunga, galau antara harus membunuh Qi Sheng atau tidak.


Petir menderu-deru malam harinya. Qi Sheng menyuruh kedua penjaganya untuk istirahat saja. Jadilah dia sendirian saat para pembunuh itu datang.


Perlahan mereka berjalan mendekati tendanya dengan pedang-pedang terhunus. Tapi tiba-tiba saja Jenderal Yang dan pasukannya menghadang mereka dan Qi Sheng tetap tenang menulis di mejanya.

__ADS_1


Tapi saat salah satu pembunuh berhasil menerobos tendanya, dia malah mendapati Qi Sheng sudah bersiap menunggunya dengan panah. Satu per satu dia melepaskan anak panah dan membunuhi para pembunuh yang hendak mendekati tendanya.


Saat beberapa pembunuh berhasil masuk, mendadak seorang ninja menerobos masuk untuk melindungi Qi Sheng dan ternyata dia Zhao. Para pembunuh jadi bingung dibuatnya, bahkan Qi Sheng pun keheranan.


Para pembunuh itu sudah mau menyerang. Zhao santai menyuruh mereka menunggu dulu, dia punya senjata rahasia lalu melemparkan bubuk merah (cabe kayaknya) ke muka mereka yang kontan saja membuat muka mereka panas dan para pembunuh pun tumbang.


Setelah keadaan sudah terkendali, Qi Sheng ngobrol berdua dengan Zhao. Qi Sheng tak menyangka kalau Zhao masih menganggapnya saudara. Tentu saja, Zhao selalu menganggapnya saudaranya dan bukannya Kaisar, makanya dia selalu berani mendebat Qi Sheng.


Memang dia pernah membenci Qi Sheng karena Qi Sheng merebut wanita yang sangat dicintainya. Dia pernah ingin membunuh Qi Sheng karena merebut wanitanya tapi tidak menghargai wanita itu.


"Tapi terkadang kau sangat baik padaku. Walaupun aku suka berdebat dan tidak menghargaimu, tapi dalam hatiku, aku selalu berterima kasih padamu."

__ADS_1


Qi Sheng selalu menghargai persahabatan, tapi juga selalu menyembunyikan apa yang ada dalam hatinya. Awalnya dia berencana membenci Qi Sheng sampai akhir, tapi dia tidak sanggup jika harus melihat Qi Sheng mati di depan matanya. Terserah Qi Sheng mau menghukumnya atau membunuhnya.


"Kakak ke-2, aku minta maaf tentang Ying Yue."


"Aku sudah tidak mempermasalahkannya lagi. Aku tidak menyalahkanmu."


"Kita akan menghapus dendam di antara kita hari ini. Di masa depan, kau harus membantuku berjuang demi negara."


Zhao terkejut mendengarnya. Bagaimana bisa Qi Sheng masih mempercayainya setelah apa yang dilakukannya. Tapi Qi Sheng yakin kalau Zhao tidak akan membunuhnya.


Qi Sheng penasaran dengan senjata rahasianya tadi, itu apa? Zhao menunjukkan kantung berisi bubuk cabe itu. Ini pemberian Peng Peng, Lu Li memberitahunya untuk menggunakan itu saat dia dalam bahaya.

__ADS_1


Keesokan harinya, Jenderal Yang melapor bahwa para pembunuh itu tak ada yang mau mengaku siapa majikan mereka. Beberapa di antara mereka bahkan lebih memilih bunuh diri.


__ADS_2