
Tapi bahkan setelah apa yang mereka perbuat, Qi Sheng tetap berbaik hati memerintahkan Jenderal Yang untuk mengubur yang mati dengan baik. Karena walaupun mereka pembunuh, tapi mereka setia pada tuannya, Qi Sheng suka orang-orang yang seperti itu.
Qi Sheng langsung mengkonfrontasinya begitu Jiu Wang datang. Tapi Jiu Wang tidak tampak merasa bersalah sedikitpun dan mengingatkan Qi Sheng bahwa sebagai orang yang terlahir dalam keluarga kerajaan, segalanya sudah ditentukan.
Qi Sheng mengakui bahwa terlahir sebagai keluarga kerajaan, mereka tidak bisa bebas. Tapi itu bukan berarti Jiu Wang boleh memperjuangkan apa yang tidak ditakdirkan untuknya.
"Kita cucu dari garis keturunan yang sama. Takdirkah jika aku tidak dimanjakan olehnya? Kita sama-sama pintar dan berbakat dan memikirkan negara ini. Jangan bilang hanya karena sudah ditakdirkan, aku tidak bisa menjadi Kaisar."
"Pemenanglah yang akan menjadi raja dan yang kalah tak punya apa-apa."
Lagipula pembunuh yang sebenarnya adalah orang lain dan Jenderal Yang juga tahu siapa dalangnya, jadi tidak masalah mereka mau bilang atau tidak. Bawa Jiu Wang ke hadapannya.
__ADS_1
Jiu Wang tidak peduli apakah dia akan selamat atau tidak sekarang. Tapi dia melakukan semua ini demi Peng Peng. Bukan cuma karena dia ingin mendapatkan Peng Peng, tapi juga karena Peng Peng tidak bahagia.
Peng Peng tidak bahagia menjadi Permaisuri dan tidak merasa aman. Dia melakukan ini hanya demi membuat Peng Peng bahagia.
Qi Sheng jelas marah mendengarnya. "Kau harus tahu kalau Peng Peng dan kau tidak ditakdirkan bersama. Dia ditakdirkan untuk menjadi Pemraisuriku. Jika semua yang kau lakukan adalah demi dia, berarti kau mencelakainya. Dia bisa menjadi Permaisuri tanpa perlu mencemaskan keselamatannya."
"Kalau kau mau menghukumku, silahkan saja. Jangan libatkan orang lain lagi."
Jenderal Yang bertanya-tanya apakah Qi Sheng tidak akan menyingkirkan Permaisuri setelah mengetahui keterlibatan Permaisuri dalam percobaan pembunuhan ini.
Memang, seharusnya Qi Sheng menyingkirkan Peng Peng sedari dulu. Tapi Qi Sheng tidak sanggup untuk bersikap sekejam itu pada Peng Peng. Qi Sheng lalu memerintahkan Jenderal Yang untuk mengirimkan dua surat untuk Ibu Suri dan Permaisuri.
__ADS_1
Dalam surat-surat itu, Qi Sheng mengaku kalau dia diracuni pembunuh dan meminta Peng Peng datang untuk mengantarkan penawar racunnya dan bertemu dengannya untuk yang terakhir kalinya.
Flashback end.
8 hari sudah Peng Peng dan rombongannya jalan tanpa istirahat. Peng Peng ngotot untuk terus jalan, tapi para pengawalnya terus meyakinkan Peng peng untuk istirahat sebentar agar kudanya juga bisa istirahat, mereka bisa jalan lebih cepat jika mereka istirahat sebentar.
Peng Peng akhirnya mengalah dan mereka pun bisa istirahat di tengah hutan. Lu Li meyakinkannya untuk tidak terlalu cemas. Peng Peng harus yakin kalau Qi Sheng pasti akan dilindungi oleh Dewa, dia kan orang baik.
Setelah mengatakan itu, Lu Li langsung ketiduran saking lelahnya. Kedua pengawal pun langsung tidur dengan cepat. Peng Peng menatap penawar racun itu dengan sedih, sebelum akhirnya tidur juga.
Tepat saat itu juga, Yang Yan muncul entah dari mana. Dia mengipas-ngipaskan asapnya untuk membuat mereka semakin lelap lalu usil menjahili pengawalnya Peng Peng dengan menyumpal hidungnya pakai rumput. Puas menjahilinya, Yang Yan lalu menculik Peng Peng.
__ADS_1