
Mungkin mendengar keributan mereka, Peng Peng masuk tak lama kemudian dan mengusir si selir. Peng Peng heran, apa ada sesuatu yang salah dalam diri Qi Sheng. Apa dia sakit? Tabib Zhang pasti punya obat yang bisa menyembuhkan penyakitnya Qi Sheng.
Tersinggung, Qi Sheng langsung mendekati Peng Peng. Ketakutan kalau Qi Sheng akan melakukan sesuatu padanya, Peng Peng sontak kabur secepatnya.
Keesokan harinya, para selir lagi-lagi menggosip tentang makeup. Tapi begitu melihat Peng Peng datang, mereka langsung akting mewek dan mengeluh (sambil ngemil kuaci).
"Kami berharap Yang Mulia akan mengasihani kami dan biarkan kami jadi biksuni saja untuk mendoakan Kaisar, Permaisur dan Ibu Suri."
Peng Peng tentu saja tahu betul kalau mereka cuma sedang akting dan tanya apa alasan mereka berakting seperti ini? Tentu saja karena jadwal giliran itu. Mereka sudah gagal.
Karena itulah, lebih baik mereka melepaskan posisi mereka ini dan memberikannya pada si wanita yang tinggal di Istana You Lan itu untuk membahagiakan dan melayani paduka.
__ADS_1
"Aku mengerti maksud kalian. Tapi kalian kan bisa melihat Paduka setiap hari sekarang. Bukankah itu lebih baik?"
Memang. Tapi sekarang, mereka bahkan sudah tak punya apapun dan tidak bisa tidur di malam hari. Kesal dengan masalah yang ditimbulkan Qi Sheng ini, Peng Peng menyuruh mereka pergi dulu, dia akan memikirkan solusinya.
Tapi mereka malah menuntut Peng Peng untuk memberikan solusi sekarang. Jika tidak, maka biarkan saja mereka jadi biksuni. Tapi Peng Peng memperhatikan mereka jelas-jelas cuma akting.
Kesal, Peng Peng dengan santainya memutuskan untuk mengabulkan permintaan mereka. Kalau mereka sungguh mau jadi biksuni, maka dia tidak akan menghentikan mereka. Dia bahkan mengajak Lu Li untuk pergi mencarikan kuil untuk para selir ini sesegera mungkin.
Lu Li berusaha memberitahu Peng Peng bahwa Qi Sheng tidak tidur bersama para selir itu karena Qi Sheng setia hanya pada Peng Peng. Tapi Peng Peng bersikeras menolak mempercayai kalau Qi Sheng adalah seseorang yang penyayang.
Dia bukan orang yang penyayang. Kalaupun di masa lalu dia menyayangi seseorang, orang itu bukan dirinya. Tidak di masa lalu, dan tidak akan pernah di masa depan.
__ADS_1
Qi Sheng selalu saja menghancurkan semua rencananya di saat-saat penting. Pokoknya dia harus menyelidiki masalah ini, tapi siapa yang harus dia tanyai?
Jadilah Peng Peng menemui Zhao dan tanya apakah Kaisar pernah mengalami trauma di masa lalu... trauma karena wanita mungkin? Dia tanya begini soalnya Qi Sheng itu kan pria yang bisa mendapatkan semua wanita yang dia inginkan, tapi kenapa dia malah bersikap seperti biksu.
Menurut Zhao, itu karena Qi Sheng adalah kekasih yang setia. Sebenarnya bukan dia seorang, pria dalam keluarga mereka memang selalu seperti itu... contohnya dia sendiri.
Malam harinya, Lu Li menanyakan hasil pertemuan Peng Peng dengan Zhao tadi. Apa Zhao memberikan informasi penting? Tidak, dia malah memuji-muji Qi Sheng dan bilang kalau Qi Sheng adalah seorang kekasih yang setia.
Mendengar itu, Lu Li juga setuju dengan Zhao. Belakangan ini, Qi Sheng selalu menuruti apapun permintaan Peng Peng. Dia bahkan mengabaikan semua selir. Dia yakin kalau itu artinya Kaisar setia pada Peng Peng.
Peng Peng menolak mempercayainya. Apa Lu Li lupa? Qi Sheng hampir membunuhnya saat dia berada di Jiang Utara. Bahkan sekalipun Qi Sheng memperlakukannya dengan baik, itu tidak akan mengubah ketetapan tekadnya untuk menghancurkan Qi Sheng.
__ADS_1