
Jiu Wang membela dirindan mengklaim bahwa menyelamatkan Puteri Mahkota dari air itu bukan berarti dia ikut campur dalam masalah pribadinya Qi Sheng.
Walaupun pada dasarnya itu memang masalah pribadi, tapi itu juga masalah negara. Jika dia tidak ikut campur untuk menyelamatkan Puteri Mahkota, itu namanya dia berkhianat pada negara.
"Baik itu masalah negara atau masalah pribadi, itu semua urusanku." Tegas Qi Sheng lalu pergi.
Di kediamannya, Peng Peng merana memikirkan sebuah pepatah 'tidak bisa mengemis untuk hidup, tidak bisa mengemis untuk mati'. Dia ingin mati, tapi tak bisa mati. Dia ingin keluar dari tempat ini, tapi tak bisa keluar juga.
Masuk istana itu tidak mudah. Tapi begitu masuk, bahkan matipun sulit. Kalau begitu Peng Peng memutuskan kalau dia akan menjalani hidupnya ini tanpa mengenal malu. Lu Li jelas senang mendengarnya. Tapi, ini semua makanan apa?
"Ini makanan kesukaan nona."
"Apa ada Ma Xiao (lobster pedas)?"
__ADS_1
"Apa itu Ma Xiao?"
"Sudahlah. Pergilah."
Tapi tiba-tiba Peng Peng merasa perutnya sakit dan menyuruh Lu Li untuk membawakannya air hangat. Heran dengan perutnya, Peng Peng mengecek ke bawah tempat duduknya dan langsung jejeritan panik bukan main... mendapati dirinya lagi datang bulan.
Saat Lu Li kembali, dia malah mendapati Peng Peng sedang melakukan handstand. Lu Li panik melihatnya. Apa yang sedang dia lakukan?
"Bibiku datang. Aku sedang berusaha keras untuk mendorongnya kembali. Cepat bawakan benda itu dan bawa kemari."
Peng Peng cepat-cepat menjelaskan kalau dia sedang mengalami apa yang biasanya dialami wanita tiap bulan. (Kedua kata datang bulan dan bibi terdengar sama)
Tak lama kemudian, Peng Peng duduk di paviliun dan Lu Li datang tak lama kemudian membawaan semangkok obat. Peng Peng heran, kenapa dia jadi merasa semakin niang (feminin).
__ADS_1
"Niang? Anda kan memang Niang Niang (istri pangeran)." Kata Lu Li bingung.
"Menjadi wanita itu susah ternyata. Aku hanya bisa bertahan dan terus hidup."
"Aku tidak mengerti apa yang Yang Mulia maksud. Tapi selama Yang Mulia hidup, maka tidak masalah."
Dia lalu menyuapkan obatnya ke Peng Peng, tapi begitu obat itu sampai mulutnya, Peng Peng kontan menyemburkannya dan menuntut Lu Li untuk membawakannya obat khusus pria saja.
Tapi sedetik kemudian dia berubah pikiran dan menyuruh Lu Li untuk memanggilkan para selirnya Putera Mahkota sekarang. Lu Li heran, Peng Peng kan biasanya tidak berinteraksi dengan mereka.
"Karena kami tidak dekat, makanya kami harus meningkatkan hubungan kami." Alasan Peng Peng.
Lu Li datang membawakan sebuah buku catatan daftar istrinya Putera Mahkota yang berisi lengkap biodata dan lukisan para selir itu.
__ADS_1
Yang pertama adalah Cheng Liang Di yang terkenal sangat cantik dan punya kaki s~~si. Jadilah Peng Peng punya kesempatan bagus untuk memijat kaki Liang Di. Tapi lama-lama dia malah keenakan sampai Liang Di protes dan menolak main dengannya lagi.
Yang kedua adalah Huang Liang Yuan yang terkenal sangat aduhai, terutama d~~anya. Peng Peng pun mencoba dekat dengan Liang Yuan dengan mengajaknya mandi bareng biar dia ada kesempatan menyentuh Liang Yuan. Tapi saat Liang Yuan hendak balas menyentuhnya, Peng Peng sontak ngeri dan buru-buru kabur.