
Zhao datang tak lama kemudian dan Peng Peng langsung memujinya, hari ini dia kelihatan macho banget. Zhao langsung sombong, membual tentang kehebatananya dan perubahan dirinya saat menghadapi perang. Anak-anak buahnya bahkan menjulukinya Dewa Pembunuh dari Gurun Utara.
Peng Peng kontan ketawa ngakak sampai tak sengaja menabok lukanya Qi Sheng, jelas saja Qi Sheng langsung mempelototinya.
Berkat jasa Zhao yang kembali lebih cepat dan membantu mereka menyelamatkan Ping Ning, Qi Sheng berjanji akan memberinya hadiah yang sangat besar begitu mereka kembali ke ibukota nantinya.
Zhao mengaku kalau dia bertemu Ying Yue saat dia bicara dengan suku Tartar tadi. Ying Yue memberitahunya sebuah informasi dan setelah dia selidiki, ternyata informasi itu benar.
Suku Tartar menyerang mereka karena mereka tahu kalau Ping Ning benar-benar kosong dan orang yang membocorkan informasi itu ke mereka adalah Jiu Wang.
Semua rencananya gagal, Jiu Wang diam-diam mengambil pedang saat Yang Yan sedang tidur dan berniat bunuh diri. Tapi Yang Yan sigap menghentikannya dan menendang pedang itu darinya.
__ADS_1
"Kenapa kau menghentikanku? Gurun Utara sudah gagal, semua harapanmu sirna. Bahkan Langit tak membantuku."
"Kakak Jiu, aku tak punya alasan, aku hanya tidak bisa membiarkanmu melakukan hal bodoh."
"Dulu, aku pikir aku melakukan semua ini demi Zhang Peng Peng. Tapi sekarang semua harapanku musnah, lalu untuk apa aku hidup?"
"Kakak Jiu, bumi begitu besar. Aku akan mengikutimu ke manapun kau pergi. Kalau kau mau mati, bunuh aku lebih dulu. Kita mati bersama saja!"
Peng Peng tak menyangka kalau Jiu Wang akan melakukan hal itu. Menyerang Ping Ning sama saja dengan membunuhnya, sepertinya Jiu Wang sudah meninggalkannya sekarang.
"Yang Mulia, apa yang dikatakan Pangeran Zhao itu ada benarnya. Satu-satunya yang bisa kau andalkan hanyalah Kaisar."
__ADS_1
Jenderal Yang melapor bahwa pasukan mereka sudah berhasil menaklukkan ibukota Gurun Utara dan juga menangkap Raja suku Tartar. Senang, Qi Sheng pun memuji kerja keras mereka semua dan memerintahkan mereka untuk bersiap kembali ke istana.
Karena suami mereka sedang tidak ada, para selir santai tak memakai makeup. Tapi kemudian, pelayan mengumumkan bahwa Kaisar sudah kembali. Sontak mereka semua berlarian ke segala arah mau dandan.
Qi Sheng dan Peng Peng disambut sorak riuh rakyat. Peng Peng dengan pedenya dadah-dadah bahkan berpose bak artis jalan di red carpet bareng pasangannya. Qi Sheng diam saja memperhatikan tingkah gilanya Peng Peng. Segalanya begitu sempurna bagi Peng Peng... sampai saat dia tersandung dan terjatuh. Wkwkwk!
Jenderal Yang menemui Qi Sheng malam harinya karena merasa bersalah atas kelakuan putranya. Ia mengaku kalau ia menerima surat dari Yang Yan yang mengaku kalau sekarang dia bersama Jiu Wang.
Ia yakin kalau mereka pasti bersembunyi tak jauh dari sini. Ia akan segera memimpin pasukan untuk menangkap mereka.
Tapi Qi Sheng menyuruhnya untuk tidak mengejar mereka lagi. Mempertimbangkan Ibu Suri yang sudah semakin menua dan juga jasa-jasa Jenderal Yang dan leluhur keluarga Yang, Qi Sheng memutuskan untuk menghentikan pencarian.
__ADS_1
Sekarang mereka melarikan diri dan tidak akan jadi ancaman untuk kerajaan, jadi biarkan saja mereka pergi. Berterima kasih, Jenderal Yang langsung bersujud hormat pada Qi Sheng.