CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 37


__ADS_3

Peng Peng tiba-tiba punya ide dan meminta Ibu Suri untuk bicara berdua dengannya. Begitu mereka aman berduaan, Peng Peng mengakui bahwa dialah pelaku yang mengirimkan patung itu.


Ibu Suri tak percaya dan menduga kalau Peng Peng pasti sedang berusaha menutupi kejahatan orang lain. Peng Peng mengklaim kalau dia sendirilah yang salah... soalnya dia tidak boleh mengungkap nama pelaku yang sebenarnya. Jika sampai terungkap, maka masalah ini akan semakin runyam.


Ibu Suri jadi semakin penasaran, siapa yang berani mengancam seorang permaisuri? Katakan saja, Ibu Suri janji akan menegakkan keadilan untuk Peng Peng.


Peng Peng mengaku kalau orang itu adalah Qi Sheng. Dia mengklaim kalau Qi Sheng menyuruhnya untuk membeli patung itu dari pasar gelap dan tak sengaja terkirim ke Ibu Suri.


Percaya bualan Peng Peng, Ibu Suri menuntut apa sebenarnya tujuan mereka membeli patung itu. Peng Peng beralasan kalau dia dan Qi Sheng sedang berusaha membuat anak dan patung itu bertujuan untuk meningkatkan mood.


Mendengar itu, Ibu Suri memutuskan untuk tidak mempermasalahkan hal ini lagi. Ibu Suri bahkan berharap mereka bisa segera mendapatkan hasil dari kerja keras mereka. Peng Peng langsung berterima kasih dengan manjah.

__ADS_1



Peng Peng sekarang pusing gara-gara insiden itu. Untunglah tadi dia cerdik sehingga dia bisa menghindari bencana ini. Ternyata Kaisar berguna juga kadang-kadang.


Baru dibicarakan, Qi Sheng muncul dengan membawa patungnya yang ditutupi kain. Dia menyuruh Kasim Qiang menaruh patung itu di meja dan menyuruh yang lain pergi, dia harus bicara berdua dengan permaisuri.


Wajah Qi Sheng tampak sangat serius sampai Peng Peng ketakutan. Tapi sepertinya dia belum membuka kain penutup patung itu dan bingung kenapa Ibu Suri berkata kalau dia mengembalikan patung ini kepada yang berhak. Dan kenapa beliau bilang kalau mereka harus melihatnya saat berduaan saja?


Qi Sheng membenarkan. Lega, Peng Peng langsung heboh mengklaim kalau matanya Qi Sheng belekan lalu pura-pura tak sengaja menyenggol patung itu sampai pecah berkeping-keping sambil mewek heboh.


Qi Sheng dengan cepat menyudahi aksi mewek hebohnya Peng Peng dengan memberikan surat cinta yang ditujukan untuk Lu Li itu.

__ADS_1


Surat ini salah dikirimkan ke kediamannya dan mengingatkan Peng Peng untuk mengurus kesalahan sistem pengiriman express itu. Berusaha merayu Qi Sheng, Peng Peng sok imut memijatnya sambil nyanyi-nyanyi gj.


Di luar, Lu Li duduk bersama Kasim Qiang. Dia tanya apakah Lu Li suka 'apel kecil'? Lu Li ketus berkata kalau dia lebih suka pir daripada apel. Kasim Qiang menjelaskan kalau yang dia maksud bukan buahan, melainkan puisi berjudul apel kecil.


Lu Li tetap nggak nyambung maksudnya dan terus saja nyerocos tentang buah-buahan. Dia bahkan mengaku kalau dia sebenarnya diam-diam suka mencuri duriannya Peng Peng, soalnya rasanya enak banget.


Qi Sheng keluar saat itu. Sekarang karena kesalahpahaman tentang surat cinta itu sudah jelas, Qi Sheng sudah tidak lagi mengharuskan Kasim Qiang untuk jaga jarak 3 meter darinya.


Ying Yue sedang menari-nari. Seorang kurir datang tak lama kemudian dengan membawakan kiriman Paduka. Tapi Ying Yue salah paham mengira Qi Sheng lah yang datang. Dia bahkan berdandan cantik dulu sebelum keluar untuk menyambut Qi Sheng.


Betapa kecewanya dia saat tahu kalau Kaisar sebenarnya tidak datang dan hanya mengirim pesan. Parahnya lagi, dia malah menyalahkan si kurir atas kesalahpahamannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2