
Peng Peng terus berusaha membujuknya, tapi keputusan Qi Sheng sudah bulat. Dia akan datang lagi kemari 5 hari yang akan datang untuk mengambil kantongnya.
Ling Ling datang saat Peng Peng sedang asyik makan durian kesukaannya. Peng Peng memanggilnya kemari untuk menasehati Ling Ling bahwa setelah mereka menikah nantinya, mereka harus hidup rukun.
Semakin baik hubungan mereka, maka aliansi antar keluarga mereka juga akan semakin baik. Jangan khawatir, Ling Ling tahu kalau pernikahan mereka adalah persekutuan dua keluarga, jadi dia pasti akan membantu keluarga mereka. Terlebih karena dia juga menyukai Yang Yan.
Ling Ling lalu cerita pada Peng Peng tentang Yang Yan yang hobi menjelajahi atap dan dinding rumah orang. Yang Yan bahkan pernah melayang turun dari genteng rumahnya. Dia sampai takut mengira ada pencuri. Tapi biarpun begitu, dia merasa kebiasan Yang Yan yang satu ini sangat manis.
Sekarang hanya ada satu hambatan yang harus dilewati Yang Yan dan Ling Ling untuk menikah, yaitu izin Kaisar.
Peng Peng pun pergi menemui Qi Sheng untuk mendiskusikan masalah ini. Sesampainya dia di sana, Qi Sheng sedang berkutat dengan bunganya lalu menanyakan pendapat Peng Peng. Mana bunga paling cantik di vas ini?
Peng Peng memilih yang menurutnya paling cantik, tapi Qi Sheng malah memotong bunga pilihannya itu tanpa ampun dengan alasan bahwa bunga yang terlalu cantik itu terlalu banyak menarik perhatian.
__ADS_1
Peng Peng jelas kesal mendengar sindirannya, tapi dia tidak terpengaruh dan fokus pada tujuan utamanya memberitahu Qi Sheng tentang sepupunya dan Yang Yan yang saling jatuh cinta. Karena itulah, dia meminta Qi Sheng untuk menyetujui dan merestui pernikahan mereka.
Saat Qi Sheng tak menjawab, Peng Peng terus nyerocos panjang lebar yang intinya Qi Sheng tidak boleh menyia-nyiakan penyatuan dua insan itu. Yang tidak dia sangka, Qi Sheng mendadak menyetujuinya dengan mudah.
"Kau menyetujuinya secepat ini?"
"Akan kuberikan titahku besok pagi."
"Kalau begitu, aku akan berterima kasih mewakili Zhang Ling Ling dan Yang Yan."
"Itu sih sama saja seperti mengurungku!"
Tidak tahu cara menyulam, Peng Peng berusaha meminta Lu Li untuk membantunya. Tapi Lu Li menolak karena kantung itu adalah sebuah tanda mata antara lelaki dan wanita. Jadi dia tidak bisa membantu Peng Peng.
__ADS_1
Dia sendiri bahkan belum pernah membuat kantung untuk lelaki manapun. "Aku ingin kantung pertama yang kubuat, kuberikan pada belahan jiwaku."
Terpaksalah Peng Peng harus susah payah berjuang menyulam sepanjang malam, bahkan sampai jarinya tertusuk berkali-kali.
Saat Qi Sheng datang tak lama kemudian, Peng Peng ketiduran. Tapi dia melihat sepuluh jarinya Peng Peng terluka dan diperban. Peng Peng akhirnya sukses menyelesaikan kantungnya. Tapi hasilnya ancur. Ha!
"Kantung buatanmu... sangat aneh."
"Seleramulah yang sangat aneh."
Tak ingin membahasnya lagi, Qi Sheng menyuruh Peng Peng untuk ganti baju. Dia mau membawa Peng Peng ke suatu tempat.
__ADS_1
Qi Sheng ternyata membawanya melihat pemandangan kota di balkon sebuah gedung. Saat Peng Peng mengeluh kedinginan, Qi Sheng langsung memeluknya untuk menghangatkannya.
Tercengang, Peng Peng buru-buru melepaskan diri dengan tak nyaman. "Ini berlebihan."