CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 19


__ADS_3

Peng Peng sedang tidur saat Qi Sheng datang membelai wajahnya lalu menyentilnya. Mengira dia Lu Li, Peng Peng mengeluh meminta Lu Li jangan mengganggu tidurnya.


"Buka matamu dan lihat aku."


Peng Peng langsung bangun seketika mendengar suara Qi Sheng. "Sedang apa kau di sini tengah malam begini?"


Qi Sheng cuma menatapnya lalu tiba-tiba saja memelorotkan lengan bajunya. Peng Peng jelas protes dan menuntut penjelasan.


Qi Sheng tetap diam, tapi kemudian dia mengoleskan obat ke pipi Peng Peng yang masih tampak bekas tamparannya.


Qi Sheng mengaku bahwa dia sudah menginvestigasi kasus tadi dan mendapati bahwa saat Ying Yue ganti baju, dia menolak dibantu pelayan. Karena itulah, sekarang dia menyadari kalau Peng Peng bukanlah pelakunya.


"Tak lama setelah insiden itu, aku sudah mulai curiga. Hanya saja, aku kurang ajar waktu itu. Maafkan aku."

__ADS_1


Peng Peng tidak terima hanya dengan kata maaf, apalagi waktu itu semua orang mengira dialah pelakunya. Qi Sheng mengerti penderitaannya, tapi dia berharap masalah ini selesai sampai di sini. Peng Peng sinis mendengarnya. Yah, dia mengerti kalau Qi Sheng ingin melindungi Ying Yue.


Peng Peng beranjak pergi. Tapi kemudian dia mengaku bahwa dia sebenarnya tahu bahwa walaupun Ying Yue tampak lemah dan lembut, tapi sebenarnya dia licik.


"Kalau kau tahu Nyonya Jiang itu adalah wanita daun teh, lalu kenapa kau tetap menyukainya?"


"Daun teh?"


Peng Peng menjelaskan bahwa daun teh itu gadis yang terlihat cantik, lugu, alim, tipe-tipe wanita yang kelihatannya tidak akan melakukan hal-hal buruk. Tapi kenyataannya, wanita semacam itu suka pura-pura lemah, busuk dan sangat licik.


Mendengar itu, Peng Peng berpikir bahwa dulu ada banyak wanita daun teh juga di sekitarnya.


"Aku maklum, aku juga sering jatuh cinta pada tipe wanita semacam itu."

__ADS_1


"Kau mulai bicara omong kosong lagi. Istirahatlah. Selama lukamu belum sembuh, jangan berkeliaran ke mana-mana."


Peng Peng sedang menikmati mandi kembang saat Yang Yan tiba-tiba terbang dari udara. Lagi-lagi pendaratannya gagal dan langsung tercebur ke bak mandinya Peng Peng sambil jejeritan heboh mengira dirinya tenggelam. Peng Peng sampai harus menamparnya untuk menyadarkannya.


Sambil menutup mata biar tidak melihat tubuh setengah tel~~~~ngnya Peng Peng, Yang Yan menyerahkan botol obat yang dibawanya.


Dia datang untuk memberikan obat pemberian Jiu Wang ini untuk Peng Peng. Obat ini lebih bagus daripada obat pemberian Qi Sheng.


"Dari mana kau tahu kalau Qi Sheng memberiku obat?"


"Tak lama setelah Qi Sheng pergi ke kediamanmu malam itu, kau berteriak. Aku mendengarnya saat aku duduk di atap rumahmu. Kau tidak perlu menyembunyikannya. Sikisaan suami bisa disembunyikan untuk sementara waktu, tapi tidak bisa disembunyikan selamanya."


Peng Peng jelas kaget mendengar Yang Yan ada di atap rumahnya malam itu. "Siapa yang bilang aku disiksa? Aku cuma belum disiksa 3 hari dan kau sudah berani naik ke atap rumahku dan menguping?"

__ADS_1


"Teriakanmu tidak kencang tapi juga tidak pelan. Kedengarannya seperti sangat kesakitan, tapi berusaha biar tidak bersuara, tapi tidak bisa menahannya dan akhirnya jadilah jeritan semacam itu."


Yang Yan penasaran. Apakah karena Peng Peng menyalahkan Ying Yue, makanya Qi Sheng menghukumnya? Kesal, Peng Peng kontan menendang Yang Yan dan bersikeras mengklaim kalau malam itu Qi Sheng cuma membantunya mengoles obat, dia tidak tahan perihnya makanya dia teriak.


__ADS_2