CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 82


__ADS_3

"Ayahku bilang kalau dia ingin bertemu dengan teman-temanku dan dia bilang kalau dia ingin bergabung dalam semua kegiatanku bersama Jiu Wang dan begitulah bagaimana mereka jadi dekat."


"Bodoh! Memangnya temanmu itu cuma Jiu Wang? Jelas-jelas ayahmu itu sengaja mendekati Jiu Wang."


"Jie Jie, lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Apa yang harus kita lakukan menyangkut Jiu Wang?"


Peng Peng juga bingung. Dia menyuruh Yang Yan pulang saja dulu dan suruh Ling Ling pulang untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Peng Peng jadi tak tenang setelah pertemuannya dengan Yang Yan semalam. Dia bahkan terus melamun memikirkan masalah itu sampai tak mempedulikan durian kesukaannya.


Peng Peng yakin kalau Jenderal Yang adalah orangnya Qi Sheng walaupun dia tidak punya bukti. Untung saja rencana mereka yang paling penting hanya diketahui olehnya dan Jiu Wang.

__ADS_1


Dipikir-pikir rasanya lucu juga. Dulu dia takut kalau Qi Sheng akan salah paham danĀ  dia merasa agak bersalah karenanya. Dia takut kalau dia terlalu kejam pada Qi Sheng. Tapi sekarang, dia bahkan tak tahu siapa yang menipu siapa. Sekarang ini, dirinya sendirilah yang harus dia khawatirkan.


Tepat saat itu juga, Ibu Suri datang bersama para selir dan berkata kalau ia merasa sumpek dan ingin bermain bersama mereka.


Tapi pikiran Peng Peng jelas tidak bisa konsen dan terus salah dalam permainan mereka hingga membuat semua orang cemas melihatnya. Lama-lama dia tidak bisa menahan emosinya lagi dan tangisnya pun pecah sambil terus bermain.


Di tengah permainan mereka, seorang kurir datang membawakan pesan dari medan perang. Jenderal Yang berhasil menaklukkan beberapa kota penting dan hampir mencapai daerah ibukota Gurun Utara. Intinya, mereka memenangkan pertempuran pertama. Para selir kontan jejeritan bahagia dan tangisan Peng Peng pun berubah menjadi senyuman.


Mendengar itu, Selir Huang menyuruh Tabib Zhang untuk tidak memberitahu Permaisuri dan Ibu Suri. Dia janji akan memberi hadiah karena sudah merepotkan Tabib Zhang.


Tabib Zhang mengiyakannya saja lalu pergi. Pada para selir lainnya, Selir Huang mengklaim kalau dia sakit karena terlalu merindukan Kaisar. Tapi tampak jelas dia gelisah entah karena apa..

__ADS_1


Malam harinya, Peng Peng bertemu dengan Yang Yan lagi dan memberitahunya tentang keberhasilan Jenderal Yang. Peng Peng sungguh tidak menyangka betapa hebatnya Jenderal Yang yang bisa berperang sekaligus menjadi mata-matanya Qi Sheng.


Yang Yan tak tahu harus bagaimana sekarang. Peng Peng punya ide, bagaimana kalau mereka kabur bersama. Dia akan membawa Qi Hao dan Lu Li. Dengan begini, Yang Yan bisa punya selir. Dia akan memberikan Lu Li sebagai permaisurinya Yang Yan.


Ide yang bagus dan Yang Yan langsung tersipu malu memikirkannya. Peng Peng langsung ngakak melihat ekspresinya, dia cuma bercanda.


"Jiejie, kau mengolokku lagi!"


"Aku hanya menemukan kebahagiaan dalam kesusahan. Apa kau tidak pernah dengar bahwa saat seseorang dalam bahagia, kau takkan peduli lagi akan apa yang akan terjadi nantinya?


Yang penting sekarang berharap Jiu Wang akan menyingkirkan pembunuh yang disewanya. Takutnya Jiu Wang sudah beraksi sekarang. Jika itu yang terjadi, Peng Peng takut itu akan menjadi bencana. Cemas, Yang Yan langsung bergegas pergi menyusul Jiu Wang.

__ADS_1


__ADS_2