CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 88


__ADS_3

Yang Yan langsung ketiduran setelahnya. Peng Peng memanfaatkan saat itu untuk mengeluarkan penawar racunnya dan menatapnya dengan sedih dan mencemaskan keselamatan Qi Sheng.


Tapi saat Peng Peng ketiduran malam harinya, Yang Yan ternyata mengetahui penawar racun yang dibawanya itu dan diam-diam mau mengambilnya.


Tapi tepat saat tangan Yang Yan terulur ke d~~anya, Peng Peng terbangun dan langsung menuduhnya mau macam-macam dengannya.


"Siapa yang mau macam-macam denganmu? Aku tahu kalau kau membawa penawar racun. Kalau Qi Sheng mendapatkan penawar racun itu, kita akan mati."


Peng Peng tidak peduli asalkan Qi Sheng tidak mati. Yang Yan kesal mendengarnya, Peng peng sudah terpikat oleh Qi Sheng dan gara-gara dia pula, Peng Peng mengabaikan mereka.


Peng Peng ngotot menyangkalnya. Dia tidak akan mengabaikan mereka. Hanya saja, saat dia mendengar Qi Sheng keracunan, dia merasa sangat sedih dan menyesal.


"Yang Yan. Aku tidak mau dia mati."

__ADS_1


"Kau bodoh!" Yang Yan tidak akan membiarkan Peng Peng membuat kesalahan dan langsung merebut penawar racun itu darinya dan melemparnya ke sungai.


Baik, Peng Peng tanpa ragu melompat ke dalam sungai berlumpur itu. Dia mencari-cari dengan panik dan menangis frustasi saat gagal menemukannya. Saat akhirnya dia menemukan penawar itu kembali, dia langsung memeluknya erat.


Yang Yan menyusulnya tak lama kemudian. Tapi saat dia hendak menarik Peng Peng, tiba-tiba saja dia melepaskannya hanya karena jijik.


"Apa kau punya hati? Apa kau lupa siapa yang mengenalkanmu dengan istrimu?!" Kesal Peng Peng.


Saat mereka melanjutkan perjalanan, tiba-tiba mereka mendengar suara derap kuda. Yang Yan langsung manjat pohon untuk mengecek siapa di kejauhan dan melihat Qi Sheng memimpin pasukan.


Peng Peng terkejut mendengarnya. "Dia... tidak mati? Dia masih hidup? Kau tidak salah lihat?"


Yang Yan yakin dan memutuskan kabur saat itu juga. Tapi Peng Peng mencegahnya dan bersikeras meminta Yang Yan untuk membantunya naik pohon, dia mau melihat apakah itu benar Qi Sheng.

__ADS_1


Yang Yan menolak. Saat Peng Peng berhasil naik pohon, pasukannya Qi Sheng pasti sudah mengepungnya. Lagipula, jika Qi Sheng selamat, berarti terjadi sesuatu pada Jiu Wang. Dia harus menyelamatkan Jiu Wang.


"Tapi kau tidak boleh meninggalkanku sendirian di sini."


"Jiejie, aku sungguh tidak punya pilihan. Aku tidak tahu apakah Jiu Wang masih hidup atau tidak. Jika aku harus memilih antara kau dan Jiu Wang, aku pilih Jiu Wang."


Yang Yan langsung pergi saat itu juga dan Peng Peng terpaksa harus menghadapi Qi Sheng seorang diri. Perlahan dia berjalan mendekati Qi Sheng dan menyentuhnya dengan berlinang air mata, lega melihatnya masih hidup.


Dia menyerahkan penawar racunnya lalu berjalan pergi. Tapi baru beberapa langkah, tiba-tiba dia oleng. Qi Sheng sigap menangkapnya dan Peng Peng pingsan dalam pelukannya.


Beberapa hari lamanya Peng Peng pingsan dan selama itu pula Qi Sheng setia menjaganya dan merawatnya, tabib bahkan berusaha membujuknya untuk istirahat.


Dia memberitahu kalau Peng Peng seperti ini karena sangat kelelahan setelah beberapa hari belum tidur, jadi akan butuh waktu sampai dia sadar. Tapi dia sama sekali tak mempedulikan dirinya sendiri dan mengusir mereka.

__ADS_1


__ADS_2