
Peng Peng puas mendengarnya. Tapi kemudian dia harus berhadapan dengan seorang nyonya. Peng Peng sontak canggung, tapi kemudian dia mendengar Lu Li menyapanya sebagai 'nyonya'.
Peng Peng memberanikan diri menyapa. "I... ibu?"
Dugaannya benar dan Ibu pun mengajak mereka semua masuk. Qi Sheng diam-diam melirik Ying Yue dalam perjalanannya masuk.
Mereka lalu ketemuan di belakang malam harinya. Ying Yue mengaku datang kemari karena kangen pada Qi Sheng. Tidak bertemu sebentar saja rasanya seperti seabad.
Tapi Qi Sheng mengingatkannya untuk berhati-hati selama mereka di sini 2 hari ke depan. Jangan bertemu kecuali ada urusan mendesak.
Ying Yue kecewa dan langsung mengeluhkan sikap Qi Sheng yang sekarang lebih perhatian pada Peng Peng. Dia tidak suka dan tidak terima.
__ADS_1
"Sejak pertama kali kita bertemu, kau seharusnya tahu kalau Zhang Peng Peng adalah halangan yang takkan pernah bisa kita lewati."
Ying Yue lagi-lagi membahas tentang janjinya Qi Sheng dan meminta Qi Sheng untuk menepati janjinya secepat mungkin. Tapi Qi Sheng tidak mau melakukannya dengan gegabah dan mengingatkan Ying Yue untuk bersabar. Jangan melakukan tindakan tercela.
Keesokan harinya, Ibunya Peng Peng menyuruh Ying Yue berlutut di hadapan altar leluhur sambil mengkonfrontasinya.
Ibunya Peng Peng sepertinya tahu perbuatan Ying Yue yang menggodai menantunya padahal dulu Ying Yue dibesarkan oleh keluarga Zhang setelah orang tuanya meninggal dunia.
"Saya tahu kalau saya berhutang sebesar gunung pada Bibi dan seluruh klan Zhang."
Peng Peng tiba tak lama kemudian. Melihat wanita tak berdaya seperti Ying Yue diperlakukan seperti ini, Peng Peng tidak bisa tinggal diam, dia kan gentleman. Karena itulah dia mencoba membujuk Ibu untuk tidak menghukum Ying Yue seberat ini.
__ADS_1
Loh, justru hukuman ini ringan mengingat perbuatan Ying Yue yang mendorong Peng Peng ke kolam waktu itu. Entah Ying Yue sengaja atau tidak, tapi seharusnya dia bersikap hormat dan selalu melindungi Peng Peng.
Peng Peng meyakinkan kalau dia tidka terluka parah kok waktu itu. Lagipula dia tidak terlalu peduli juga. "Ibu, jangan perlakukan adik Jiang seperti ini lagi, yah?"
Qi Sheng datang tak lama kemudian dan langsung membela Ying Yue dengan mengingatkan Ibu bahwa Ying Yue adalah Istri Pangeran Zhao, jadi tidak pantas jika Ibu menghukumnya.
Tapi Ibu dengan santainya melemparkan kembali peringatan itu ke Qi Sheng. Karena Ying Yue adalah Istri Pangeran Zhao, maka tidak pantas bagi Qi Sheng untuk ikut campur dalam masalah ini.
Qi Sheng mengklaim kalau dia tidak ikut campur, apalagi dia tumbuh besar bersama Ying Yue dan sudah menganggap Ying Yue sebagai adiknya sendiri.
"Anak-anak yang tumbuh bersama dan saling memperlakukan satu sama lain sebagai saudara itu bagus. Tapi pria dan wanita tetap saja harus jaga jarak. Terlebih, kalian berdua sudah menikah. Saya khawatir jika kedekatan hubungan persaudaraan ini, bisa menyebabkan rumor tentang kalian."
__ADS_1
Tak bisa membantah lagi, Sheng langsung melempar tatapan penuh arti ke Peng Peng. Baiklah, Peng Peng bersedia menolongnya dan mencoba membujuk Ibu untuk merayakan kedatangannya saja. Lagipula leluhur mereka pasti sudah lelah sekarang.
Demi Peng Peng, Ibu akhirnya mau mengalah. Sekarang karena waktunya makan siang, Ibu menyuruh semua orang pergi... kecuali Qi Sheng yang Ibu ajak ke tempat lain untuk ngobrol.