CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 49


__ADS_3

Makanya Peng Peng merencanakan semua ini. Jika Qi Sheng menerima semua hadiah ini, maka dia pasti akan merasa harus membalas kebaikan para wanita itu. Dia akan sulit menolaknya.


Malam harinya, dia membawa kedua peti itu ke Qi Sheng dan memberitahunya bahwa ini semua adalah donasi dari para selir untuk membantu biaya militer. Qi Sheng malah dingin menyuruh Peng Peng berterima kasih pada mereka.


"Mengucap terima kasih saja tidak cukup. Kayak kau tidak tahu saja apa yang diinginkan para selir. Paduka, mereka hanya menginginkan permintaan kecil. Apa kau tidak mau membuat mereka bahagia?"


"Kalau begitu, kau kembalikan saja semua ini pada mereka."


Peng Peng ngotot kalau semua ini tidak bisa dikembalikan. Dia sudah berjanji pada mereka semua. Makanya dia datang untuk mendiskusikan masalah giliran siapa yang akan tidur dengan Qi Sheng.

__ADS_1


Qi Sheng jelas kesal mendengarnya, siapa yang mengizinkan Peng Peng melakukan ini? Peng Peng beralasan kalau dia cuma peduli dengan kebutuhan Qi Sheng, makanya dia merencanakan rencana hebat ini.


"Kau peduli padaku? Kurasa kau mau menjualku!"


Dengan muka sok polos, Peng Peng mengklaim kalau dia berniat baik. Apalagi beberapa hari yang lalu, Qi sheng hampir saja melakukan perbuatan terlarang gara-gara satu orang. Sekarang mereka bisa memperbaiki situasi dan menyelesaikan masalah budget militer.


"Zhang Peng Peng. Apapun yang kau lakukan, semuanya ada batasnya. Berhati-hatilah kalau kau tidak bisa mengendalikan situasi."


Dia terus berusaha merayu dan meyakinkan bahwa para selir itu juga sedih. Apalagi mereka sering sekali menemuinya hanya karena masalah sepele. Dia sedang hamil sekarang, dia tidak sanggup lagi meladeni mereka.

__ADS_1


"Setuju saja, yah?" Rayu Peng Peng dengan gaya sok imut dan kedip-kedip mata. Mengkhawatirkan kehamilan Peng Peng, Qi Sheng akhirnya mau mengalah dan menyetujuinya.


Qi Sheng begadang sampai larut malam. Dia jelas sudah ngantuk, tapi terus memaksa dirinya untuk tetap saja. Kasim Qiang mengingatkan bahwa malam ini adalah jadwalnya dengan Selir Huang. Tapi Qi Sheng tidak peduli dan terus melanjutkan pekerjaannya.


Keesokan harinya, Lu Li datang membawakan jadwal giliran para selir. Tapi Lu Li tidak suka dengan rencana ini. Tadi saat dia bertemu dengan pelayannya Selir Huang, dia sekarang malah jadi sombong dan tidak mau menyapanya. Semuanya gara-gara jadwal giliran ini.


"Yang Mulia, kenapa kau membuat dirimu sendiri menderita?"


"Baby, tidak sabaran itu bisa merusak rencana yang lebih besar."

__ADS_1


Qi Sheng memang tidur dengan selirnya. Tapi dia sendiri yang tidur, sementara selirnya dia suruh berjaga di pinggir kasurnya. Saat si selir tak sengaja ketiduran dan tak sengaja menyentuhnya, Qi Sheng tersentak bangun dengan ketakutan, mungkin mengira ada pembunuh atau semacamnya.


Selir mencoba membujuk Qi Sheng untuk membiarkannya tidur, soalnya dia ngantuk banget. Dia bahkan mencoba merayu Qi Sheng. Dia bahkan sudah menyiapkan obat kuat untuk Qi Sheng. Jelas saja Qi Sheng jadi marah dan menyuruh si selir untuk tidak datang lagi kemari.


__ADS_2