
Kedua buron menyembunyikan diri mereka dengan daun pisang. Tapi Jiu Wang sudah tidak tahan lagi hidup luntang lantung seperti ini. Dia juga merasa tak enak pada Yang Yan karena sudah menyeret Yang Yan hidup seperti ini bersamanya. Karena itulah, Jiu Wang memutuskan untuk kembali ke istana dan mengakui kejahatannya.
Yang Yan jelas terkejut mendengarnya. "Jangan berpikir seperti itu. Jika kau kembali, apa mungkin Qi Sheng akan mengampunimu? Apa kau tidak ingat hukuman mengerikan yang diberikan Ibu Suri untuk Nyonya Jiang?"
Tapi keputusan Jiu Wang sudah bulat. Oke, Yang Yan pun langsung menyeret Jiu Wang kembali ke istana secepat kilat.
Peng Peng masih gelisah memikirkan Jiu Wang. Dia merasa bersalah karena semua ini terjadi karenanya, apalagi Jiu Wang juga pernah menyelamatkannya. Mungkin ada bagusnya tak ada berita tentang mereka, Peng Peng berharap dia masih hidup.
"Hidup lebih baik daripada apapun."
Tapi keesokan harinya, Jiu Wang dan Yang Yan menyerahkan diri dan dibawa ke hadapan Qi Sheng dalam keadaan diborgol. Saat Qi Sheng memerintahkan agar borgol mereka dilepas, Jiu Wang langsung nyinyir.
__ADS_1
"Tidak usah berbaik hati. Kenapa tidak langsung saja memerintahkan hukuman mati untukku."
"Tentu saja aku mau melakukan itu. Lao Jiu, aku tidak menyangka kalau kau semakin jauh melangkah ke arah yang salah dan pada akhirnya menghancurkan dirimu sendiri."
Jiu Wang mengkliam kalau dia sendiri yang bersalah. Dia sendiri yang merencanakan segalanya, yang lain tidak tahu apa-apa, mereka semua hanya terpedaya olehnya. Dan tentang Peng Peng, dia sengaja membuat hubungan mereka retak. Tapi ternyata Peng Peng sangat setia pada Qi Sheng.
"Kalau kau mau menghukumku, lakukan saja!"
Kesal, Qi Sheng langsung memerintahkan agar mereka dimasukkan ke penjara. Tapi begitu mereka sudah jauh, perdebatan mereka tadi menguras seluruh tenaga Qi Sheng hingga dia pingsan.
Saat dia tiba, dia mendapati Yang Yan merenung menghadap tembok dan mengklaim kalau dia sedang memperhatikan semut yang sedang pindah rumah. Tapi Peng Peng tak melihat ada semut satupun.
__ADS_1
"Hanya orang yang setia yang bisa melihat mereka," sindirnya.
"Benar. Bahkan semut saja tahu untuk pindah. Lalu kenapa kalian malah begitu bodoh dan kembali?"
"Aku kembali bersama Kakak Jiu. Aku akan ikut ke manapun dia pergi."
Saat melihat berbagai makanan enak yang dibawa Peng Peng, Yang Yan sontak melahapnya dengan rakus lalu mewek karena mengira ini hadiah terakhir dari Peng Peng sebelum dia dihukum mati.
"Kau ini bicara apa. Aku tahu kau tidak mendapat makanan enak di sini, makanya aku membawakan semua ini untukmu."
Mendengar itu, Yang Yan mendadak ngambek dan menolak makanan dari pengkhianat. Dia sudah mau membanting ayamnya kembali ke piring, tapi dia makan dulu beberapa gigitan, lalu dia banting ke piring.
__ADS_1
"Kalau kau tidak melemparkan dirimu sendiri ke pelukan Kaisar, Kakak Jiu pasti tidak akan bekerja sama dengan penjahat!"
"Itu dua masalah yang berbeda. Baiklah. Tapi bahkan sekalipun aku melempar diriku sendiri ke pelukan Qi Sheng, tidak seharusnya dia bekerja sama dengan musuh!"