CINTA SEJATI SANG RATU

CINTA SEJATI SANG RATU
BAB 36


__ADS_3

Mendengar itu, Qi Sheng menyuruh Kasim Qiang untuk membantunya mengirimkan sesuatu dan menyuruh Kasim Qing untuk menulis pesan pada si penerima: Melihat ini sama dengan melihatku.


Belum sempat Kasim Qiang pergi, seorang kurir datang membawakan sebuah surat penting untuk Qi Sheng. Tapi berhubung surat itu sepertinya penting, Qi Sheng langsung mengisyaratkan Kasim Qiang untuk balik badan.


Yang mengejutkan, surat itu adalah surat cinta berjudul 'Apel Kecil' dan pengirimnya adalah Kasim Qiang. Pfft! Kayaknya salah kirim deh. Bingung, Qi Sheng menyuruh Kasim Qiang untuk menulis Apel Kecil.


Begitu Kasim Qiang selesai menulis, Qi Sheng menyuruhnya balik badan lagi dan memperingatkannya untuk tidak berbalik tanpa seizinnya. Dia langsung membandingkan kedua tulisan dan yakin lah dia kalau pengirimnya memang Kasim Qiang.


Tepat saat itu juga, seorang pelayan datang membawakan apel kiriman dari Ibu Suri. Tapi gara-gara surat cinta itu, Qi Sheng jadi trauma dengan apel dan langsung marah-marah membanting apel itu, dia tidak mau melihat apel lagi di masa mendatang!


Dia lalu pergi, meninggalkan Kasim Qiang yang masih terus menunduk di sana, menunggu perintah darinya tapi malah mendapati Qi Sheng sudah pergi entah kemana. Qi Sheng tidak mau makan apel, yah sudah, Kasim Qiang makan saja.

__ADS_1


Keesokan harinya, Qi Sheng baru bangun tidur saat dia melihat Kasim Qiang datang dengan wajah sumringah. Dia membawakan air lalu mengelap tubuh Qi Sheng dengan antusias, sama sekali tidak menyadari ekspresi tak nyaman Qi Sheng.


Parahnya lagi, tiba-tiba saja dia menepuk-nepuk Qi Sheng sambil memuji-muji bentuk tubuh Qi Sheng yang gagah perkasa. Dia memberitahu bahwa banyak orang yang terkagum-kagum dengan tubuh Qi Sheng, termasuk dirinya.


Qi Sheng jelas tak nyaman dengan kelakuan aneh kasimnya itu dan memutuskan untuk mengelap dirinya sendiri.


"Kasim Qiang, kau sudah melayaniku selama bertahun-tahun. Seharusnya kau tahu kalau aku tidak mau menyakiti siapapun. Tapi sekarang ini, lebih baik kau jaga jarak dariku. Minimal 3 meter."


Kasim Qiang sedih mendengarnya. Dia memperhatikan sepertinya belakangan ini Qi Sheng tidak puas dengannya, apa dia melakukan sesuatu yang salah?


"Sudahlah, tidak usah dibahas lagi. Kau tidak melakukan sesuatu salah. Hanya saja, ini yang terbaik untuk kau dan aku."

__ADS_1


Dia mencoba mengelap Qi Sheng lagi, tapi Qi Sheng langsung marah dan menyuruhnya menjauh 3 meter. Terpaksa Kasim Qiang menjauh dengan sedih.



Peng Peng masuk ke acara pertemuan yang diadakan Ibu Suri dengan gaya sok imut. Tentu saja Ibu Suri memanggil mereka semua untuk memperlihatkan vas porselen antik yang baru saja ia dapatkan itu.


Berusaha membatalkan acara ini, Peng Peng mencoba menakut-nakuti Ibu Suri. Vas itu kan barang antik, bagaimana kalau ada salah satu dari mereka yang ceroboh dan memecahkan vas itu.


Tapi Ibu Suri tetap bersikeras memperlihatkan barang seni barunya itu dan menyuruh kasimnya untuk mengeluarkan benda itu.


Ibu Suri dengan bangga membuka kain penutupnya dan para penonton kontan menjerit heboh dan Peng Peng hanya bisa mengernyit ngeri, tak tahu harus bagaimana.

__ADS_1


Ibu Suri tidak langsung melihatnya dan terus nyerocos membangga-banggakan barang seni barunya itu.


Saat akhirnya ia melihatnya, ia juga sontak shock dan marah-marah. Kesal karena itu bukan vas pesanannya, Ibu Suri menyuruh para kasimnya untuk menyelidiki masalah ini.


__ADS_2