
Tak lama setelah itu, Jiu Wang dan Yang Yan datang. Saat Jiu Wang membuka tudung kepalanya, Kepala Suku dan istrinya langsung kesengsem oleh ketampanannya, bahkan para pengawal langsung pingsan lagi karena pesonanya.
Jiu Wang menawarkan bantuannya dan memberitahukan rencana Qi Sheng. Kepala Suku tak percaya, bagaimana kalau Jiu Wang malah menjebaknya. Jiu Wang meyakinkannya untuk mempercayainya dan menyarankannya untuk mengirim pasukan dan menguasai Kota Ping Ning.
Tak ada yang menjaga Kota Ping Ning saat ini. Jika mereka berhasil menguasai Kota Ping Ning dan membunuh Kaisar, maka dia akan memenangkan perang ini.
"Ucapanmu masuk akal, tapi kenapa aku harus mempercayaimu?"
"Identitasku sudah cukup menjelaskan kenapa aku kemari. Aku tidak senang melayani Qi Sheng. Jika dia bisa menjadi Kaisar Nanxia, kenapa aku tidak?"
"Maksudmu, kau ingin menggunakan kekuasaanku untuk menyingkirkan Kaisarmu dan membantumu naik tahta?"
"Lakukan saja sesuai saranku, itu akan menguntungkan kita berdua."
__ADS_1
Kepala Suku akhirnya mempercayainya dan menyetujui idenya.
Peng Peng terbangun oleh suara ribut di luar, ada apa di luar? Tanyanya. Lu Li memberitahu bahwa pasukan Gurun Utara tiba-tiba menyerang Kota Ping Ning, sepertinya mereka takkan bisa bertahan lebih lama dan Qi Sheng sekarang sedang berperang melawan mereka. Cemas, Peng Peng langsung menyuruh Lu Li menyiapkan baju zirahnya.
Saat Qi Sheng hendak pergi melawan suku Tartar yang menyerang Kota Ping Ning (yang saat itu benar-benar kosong karena sebagian besar pasukannya sudah pergi), Peng Peng menyusulnya dan ngotot minta ikut.
Dia takut terjadi sesuatu pada Qi Sheng. Kalau dia ikut dan terjadi sesuatu, maka mereka bisa saling menjaga satu sama lain.
Peng Peng tidak terima ditinggal pergi begitu saja dan terus memanggilnya hingga Qi Sheng berbalik kembali. Mungkin tak yakin bisa menang, Qi Sheng bergumam. "Kau harus hidup."
Peng Peng berusaha mengejarnya, tapi Yang Shou terus menerus menghalanginya. Peng Peng heran melihat Yang Shou yang sedari tadi menyembunyikan wajahnya dengan kerudung. Dia langsung membuka kerudungnya dan mendapati wajahnya mirip banget sama Yang Yan (cuma beda kumis).
Peng Peng terus berusaha membujuknya untuk membiarkannya pergi, tapi Yang Shou ngotot menghalanginya. Kesal, Peng Peng langsung menghunus pedang ke lehernya. Tapi Yang Shou bergeming.
__ADS_1
"Bunuh saja jika anda mau. Selama saya masih hidup, saya tidak akan membiarkan anda keluar dari pintu ini."
Gagal mengancamnya dengan pedang, Peng Peng kontan mengalihkan pedangnya ke lehernya sendiri. Panik melihat pedang di leher Peng Peng, Lu Li langsung menggelandot ke Yang Shou hingga Peng Peng bisa pergi.
Peng Peng tiba di benteng tak lama kemudian dengan wajah sumringah. Alih-alih marah, Qi Sheng santai memakaikan topi pelindung ke kepalanya, menyadari betul kalau dia takkan bisa menghentikan Peng Peng.
Dan di saat seperti ini, Peng Peng sempat-sempatnya monyongin bibir. Tapi Qi Sheng malu dilihat para pengawalnya, jadi dia cuma mengecup ringan kening Peng Peng.
"Apa aku terlalu memaksa?"
"Kau memang selalu memaksa."
"Ada pepatah kuno yang mengatakan bahwa menunjukkan kasih saya terlalu cepat, akan membuat cinta mati lebih cepat. Kuharap itu tidak akan terjadi hari ini."
__ADS_1