
Apa Jiu Wang tidak berpikir kalau dia ada di Ping Ning. Jika suku Tartar sampai menguasai Ping Ning, maka sudah pasti dia akan mati. Apa Jiu Wang bahkan memikirkan perasaannya?
"Saat itu, Kakak Jiu menyadari kalau kami dalam situasi tanpa harapan. Ayahku memilih Qi Sheng, Pangeran Zhao mengkhianati kami, bahkan kau juga! Kau juga berubah pikiran. Kalian semua memilih mengikuti Qi Sheng. Kakak Jiu tak punya apapun lagi. Yang dia miliki hanya sebuah hati yang penuh dengan kebencian dan ingin membunuh Qi Sheng, ingin mengalahkan Qi Sheng."
"Terus kenapa kalau dia mengalahkan Qi Sheng. Hanya demi menang, bagaimana bisa dia bekerja sama dengan musuh?"
"Semua yang dia lakukan hanya demi kau! Saat dia tahu kau berubah pikiran, dia memutuskan untuk berjuang sampai titik darah penghabisan. Hatinya begitu terluka. Sebagai wanita, kau takkan mengerti."
Tentu saja Peng Peng mengerti perasaan itu dari sudut pandang pria. Jika dia jadi Jiu Wang, dia mungkin akan melakukan hal yang sama. Yang Yan berusaha membujuknya untuk pergi menemui Jiu Wang, tapi Peng Peng merasa belum siap menghadapinya. Akhirnya mereka memutuskan untuk mabuk-mabukan.
__ADS_1
Peng Peng mabuk saat dia pulang dan mendapati Qi Sheng sedang membabat bunganya. Peng Peng jujur mengakui kalau barusan dia mengunjungi Yang Yan. Hukum saja dia kalau Qi Sheng mau, tapi jangan menyalahkan Yang Yan.
"Kenapa aku harus menghukummu? Aku tahu kau sangat sedih melihat situasinya Yang Yan. Kau selalu memperlakukannya dan melindunginya bagai adik sendiri. Baik dia hidup atau mati, belum ditentukan saat ini. Kau pasti akan sangat cemas."
"Melihat situasinya sekarang, hatiku memang sangat sakit. Tapi dalam masalah ini, aku tahu kalau aku tidak bisa memohon padamu untuk mengampuni mereka. Apapun yang kukatakan hanya akan mempersulitmu dan mempersulit diriku sendiri."
"Apa kau tahu kenapa Jiu Wang kembali dan menyerahkan diri? Dia mau mengklaim semua kejahatan itu pada dirinya sendiri, dia tidak mau melibatkan orang lain."
Qi Sheng mengerti apa yang dilakukan Jiu Wang ini demi cinta. Tapi sejak awal, cinta itu bukan miliknya. Dia ingin merebut tahta, tapi malah membuat keputusan yang salah hingga akhirnya berakhir seperti ini. Dia harus bertanggung jawab. Karena Qi Sheng sudah membuat keputusan, Peng Peng memutuskan mau tidur saja.
__ADS_1
"Apa kau tidak akan tanya bagaimana aku akan menghukum mereka?"
"Aku tahu kau sudah membuat keputusan. Apapun yang akan kukatakan, akan percuma saja."
Keesokan harinya, Kasim Qiang membacakan keputusan Qi Sheng atas nasib Jiu Wang dan Yang Yan. Biarpun pengkhianatan Jiu Wang pantas mendapat hukuman mati, tapi karena dia menyerahkan diri dan menyesali perbuatannya, maka Qi Sheng memutuskan untuk mengampuninya dari hukuman mati.
Namun gelar pangerannya dicabut dan dia akan diasingkan ke Ling Nan. Sementara Yang Yan dihukum wajib militer di Gurun Utara selama 5 tahun.
Saat Jiu Wang kembali ke rumahnya, Peng Peng datang mengunjunginya sekaligus untuk mengembalikan simpul cinta pemberian Jiu Wang dulu.
__ADS_1
Jiu Wang menolak mengambilnya kembali. Peng Peng pasti marah padanya dan membencinya. Tapi masalah yang terjadi di Ping Ning itu sepenuhnya salahnya sendiri. Dia tidak pernah berpikir untuk menyakiti siapapun.