
Tepat saat dia baru tiba, ketiga selir keluar sambil menangis. Peng Peng hendak mengatakan sesuatu pada mereka, tapi para selir itu sudah terlanjur kesal padanya dan langsung pergi mengacuhkannya.
Peng Peng langsung masuk untuk mengkonfrontasi Qi Sheng, kenapa dia melakukan sesuatu yang bodoh? Karena hanya dengan cara inilah, Qi Sheng bisa menunjukkan ketulusan hatinya. Sekarang hanya ada mereka berdua di istana.
Tapi bagi Peng Peng, selama Qi Sheng masih menjadi Kaisar, Qi Sheng akan selalu menjadi atasannya. Dasar dari cinta adalah kesetaraan. Tapi selama Qi Sheng menjadi Kaisar dan dia Permaisuri, maka mereka takkan pernah setara... kecuali Qi Sheng tidak lagi menjadi Kaisar. Apa Qi Sheng bisa melakukannya?
5 tahun kemudian...
Qi Hao sekarang sudah tumbuh besar. Hari itu, dia sedang bermain bersama dengan para pelayan kecil. Tapi kemudian, dua pelayan kecil bertengkar hingga salah satunya terjatuh lalu nangis.
Kasim Qiang langsung memarahi si pelayan kecil, tapi Qi Hao dengan manisnya membantu memijat kaki si pelayan kecil yang keseleo sambil berkata bahwa ibunya bilang kalau pria harus selalu bersikap lembut pada wanita.
Dia bahkan menyuruh si pelayan untuk memanggil saudara-saudaranya untuk bermain bersamanya. Pfft! Kecil-kecil udah playboy, nurun dari ibunya.
Melihat kelakuan putranya itu, Peng Peng pun menasehati Qi Hao. "Jalan yang kau ambil sekarang ini, aku mengetahuinya dengan baik. Jika kau terus bermain seperti ini, kau tidak mendapat hasil yang baik. Sebagai seorang pria, kau harus jadi seperti ayahmu."
__ADS_1
"Ibunda, kau sudah memberitahuku ribuan kali kalau aku harus mengutamakan tugas belajarku. Tapi aku sudah menyelesaikan semua PR-ku. Jika ibu tak percaya, ibu lihat saja sendiri."
Peng Peng mengecek pekerjaannya Qi Hao dan langsung terperangah tak percaya melihat kecerdasan putra kecilnya itu. Berapa lama dia mengerjakan semua ini?
"Setelah sarapan, aku menyelesaikannya dalam waktu dua jam."
Peng Peng sungguh kagum. Kepintaran Qi Hao benar-benar jauh melebihi anak-anak sepantarannya. Qi Hao pasti akan tumbuh menjadi orang yang jauh lebih hebat melebihi ayah dan ibunya.
"Kalau begitu, apa aku boleh pergi main?"
Malam harinya saat Peng Peng tidur, Qi Sheng menyelinap masuk ke kamarnya dengan pakaian ninja lalu menculiknya entah ke mana.
Saat Peng Peng terbangun, dia mendapati dirinya berada di tempat asing. Mengira kalau yang menculiknya adalah Yang Yan, Peng Peng langsung berteriak memanggilnya. Tapi saat si ninja membuka cadarnya, ternyata dia Qi Sheng.
"Jelaskan padaku. Kenapa kau mengira aku Yang Yan? Apa dia selalu melakukan ini di masa lalu?"
__ADS_1
"Tidak, tidak. Aku hanya berpikir bahwa hanya Yang Yan yang akan melakukan perbuatan kekanakan dan konyol seperti ini."
Qi Sheng tersinggung. "Kekanakan dan konyol?"
"Tentu saja jika dia yang melakukannya, rasanya kekanakan dan konyol. Tapi saat kau yang melakukannya, rasanya romantis."
Qi Sheng lalu memperlihatkan rumah kecil yang indah itu. Qi Sheng mengaku butuh waktu satu tahun untuk membangunnya. Apa Peng Peng menyukainya?
"Iya, suka. Tempat ini sangat indaah. Berapa lama kita akan liburan di sini?"
Tapi Qi Sheng berkata kalau mereka tidak akan kembali. Dia menyadari ucapan Peng Peng benar, mereka tidak setara sehingga Peng Peng tidak bisa menjadi istrinya.
5 tahun yang lalu dia tidak bisa melakukannya karena dia harus bertanggung jawab menjaga keamanan dan stabilitas negara mereka ini, tanggung jawab besar yang harus diembannya sejak dia lahir.
__ADS_1